HUMOR SUFI

  • Aku Akan Menjualnya

    Suatu ketika, Nashruddin akan menjual setengah dari rumahnya. Seorang makaler berkata padanya, "Mengapa kamu tergesa-gesa, sekarang bukan saatnya untuk menjual rumah."

    Nashruddin berkata padanya, "Sepanjang hidupku, aku tidak menyukai harta yang dimiliki secara bersama. Sudah sepuluh tahun kami bekerja sama, dan aku menawarkan padanya agar dia mau menjual bagiannya padaku. Aku harap, dia rela menjualnya. Oleh karena itu, aku akan menjual sebagian milikku dan membeli setengah yang menjadi miliknya, sehingga aku akan lepas dari persengketaan dengan rekanan yang bekerja sama denganku."

  • Hanya Menunjuk dengan Jari

    Suatu saat, Nashruddin berjalan di tepi danau bersama salah seorang temannya. Tiba-tiba ada seekor ikan yang melompat di atas air. Teman Nashruddin berkata padanya, "Lihatlah ikan itu!" Nashruddin menoleh, tapi melihat ke daratan. Lalu teman Nashruddin berkata lagi, "Aku menunjukkan padamu ikan di air, tapi mengapa kamu justru melihatnya ke daratan?"

    Nashruddin menjawab, "Kamu menunjukkan itu padaku hanya dengan ujung jarimu. Apakah aku sakti, hingga aku dapat mengetahui segala yang aku kehendaki."

  • Keluar dan Kejarlah Aku

    Suatu ketika, Nashruddin mencari sesuatu di tempat penyimpanan bahan makanan. Tiba-tiba, sebuah keranjang berisi bawang jatuh mengenai kepala Nashruddin. Karena begitu berat isi keranjang itu dan sangat keras pukulannya, kesadaran Nashruddin pun menjadi hilang dan dunia seisinya menjadi gelap gulita. Nashruddin marah, dia mendorong keras keranjang itu sehingga menggelinding. Namun celaka, dia kembali mundur dan melukai lutur Nashruddin.

    Nashruddin tambah marah, lalu dia bangun dan mengangkat keranjang itu di atas kepalanya lau membantingnya. Namun sial, keranjang itu mental kembali sehingga melukai kepala Nashruddin.

    Karena kesal dan pusing menghadapinya, Nashruddin segera masuk ke dalam rumah dan mengambil pisau besar lalu berkata, "Suruh keluar semua keranjang itu dan kejarlah aku."

  • Mencium Aroma Sup

    Suatu hari, Nashruddin sangat menginginkan sayur sup. Dia lalu berandai-andai dan berkata, "Seandainya saya memiliki sayur sup yang bumbu dan rempahnya begitu wangi dan di atasnya ada daun Na'na (mint), aku akan menyantapnya dengan lahap."

    Saat Nashruddin mengutarakan keinginannya, tiba-tiba seorang mengetuk pintu rumahnya. Nashruddin membuka pintu. Ternyata dia adalah putra salah seorang tetangganya. Dia datang dengan membawa sebuah mangkok dan berkata, "Ibu saya sedang sakit, dia menginginkan sayur sup ..." Nashruddin berkata, "Rupanya tetangga kita mencium bau sayur sup yang baru saja kukatakan."

Live Streaming
Logo


Nantikan Jadwal Acara Selanjutnya

Moslem Travel

Turki Perkenalkan Wisata Kapal Pesiar Halal untuk Wisatawan Muslim
Senin, 27 Februari 2017 16:10 WIB

Turki Perkenalkan Wisata Kapal Pesiar Halal untuk Wisatawan Muslim

Fashion Hijab

Kaftan Warna Pastel Masih Menjadi Tren Busana Lebaran Tahun Ini
Kamis, 23 Maret 2017 20:07 WIB

Kaftan Warna Pastel Masih Menjadi Tren Busana Lebaran Tahun Ini

HUMOR SUFI

Aku Akan Menjualnya


Suatu ketika, Nashruddin akan menjual setengah dari rumahnya. Seorang makaler berkata padanya, "Mengapa kamu tergesa-gesa, sekarang bukan saatnya untuk menjual rumah."

Nashruddin berkata padanya, "Sepanjang hidupku, aku tidak menyukai harta yang dimiliki secara bersama. Sudah sepuluh tahun kami bekerja sama, dan aku menawarkan padanya agar dia mau menjual bagiannya padaku. Aku harap, dia rela menjualnya. Oleh karena itu, aku akan menjual sebagian milikku dan membeli setengah yang menjadi miliknya, sehingga aku akan lepas dari persengketaan dengan rekanan yang bekerja sama denganku."