MADINAH - Semangat jamaah haji untuk beribadah di Tanah Suci tidak perlu diragukan. Termasuk untuk menunaikan Arbain atau menunaikan salat selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, Madinah.
"Program Arbain memang sudah bertahun-tahun dilaksanakan pemerintah di musim haji. Tapi bukan menjadi ukuran hajinya sah atau tidak. Insya Allah jika memang sudah niat Arbain tetapi belum dapat melaksanakan, pahalanya sudah sama," kata Kepala Sektor 5 Madinah, Khalilurrahman, Selasa (9/7/2019).
Dia melanjutkan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) atau petugas haji Arab Saudi mempersiapkan bidang konsultan ibadah yang memang bertugas memberikan pemahaman tentang Arbain.
Yakni, Arbain bukan merupakan bagian dari wajib haji yang harus dipenuhi. Karena jika arbain memang tidak dilakukan, haji seseorang muslim tetap sah.
"Keutamaan Arbain memang sangat besar. Tapi tetap harus ada pengarahan. Jika memang karena uzur, fisik yang sakit dan lainnya justru tidak dianjurkan. Tapi untuk anak muda yang kuat, sehat dan mampu sangat dianjurkan," kata konsultan ibadah Sektor 5 Madinah Jauhari Sadji Lc.
Baca Juga : 37 Kloter Jamaah Haji Sudah Tiba di Madinah
Jauhari menyebutkan tidak sedikir keutamaan arbain. Tapi, tidak harus dipaksakan juga.
"Bagi yang tidak Arbain tetap akan mendapatkan pahala salat di Masjid Nabawi. Padahal dalam hadis Nabi Muhammad SAW bersabda barangsiapa salat di Masjidku, kata Nabi, lebih baik 1.000 kali dibanding salat di masjid lain, tentu selain Masjidil Haram Makkah," tutur Jauhari.
Baca Juga : Perjuangan Penjual Kerupuk Menabung Rp5 Ribu Selama 30 Tahun demi Berangkat Haji
(Erha Aprili Ramadhoni)