MADINAH – Perjuangan Mbah Narto untuk naik haji tidak mudah. Kakek berusia 77 tahun asal Boyolali, Jawa Tengah, ini tidak pantang menyerah.
Tidak hanya dalam usaha mengumpulkan ongkos berangkat haji, ketika menunaikan ibadah haji pun dia memiliki tantangan tersendiri.
"Waktu muda serbasulit. Waktu usia 65 saja masih jual tempat tidur dari bambu sampai Klaten, Sukoharjo, yang jalannya naik turun. Tapi Allah Subhanahu wa ta'ala memberi kekuatan. Dari hasil itu Allah Subhanahu wa ta'ala yang angkat untuk ibadah haji. Bisa nabung untuk biaya haji," jelas Mbah Narto di Madinah.
Baca juga: Gigihnya Sopir Kanvas Keliling Berjuang untuk Naik Haji
Tidak jarang karena barang jualannya belum laku, dia terpaksa bermalam di jalan.
"Kadang kalau kemalaman jualannya, terus tidak laku, ya tidur di masjid. Habis itu ada yang bilang ke keluarga kalau saya tidur di masjid dan belum makan. Habis itu keluarga kirim makanan. Alhamdulillah, Allah memberi kekuatan," beber Mbah Narto.
Baca juga: Perjuangan Penarik Becak dan Istri Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini
Dia mengungkapkan mendaftar untuk berangkat haji sejak 2012. Sekarang, Mbah Narto hanya menghabiskan waktu di rumah, sudah tidak berjualan lagi.
"Karena enggak boleh kerja sama anak. Kondisi badan sudah tidak memungkinkan. Di rumah cuma bersih-bersih saja," tambah dia.
Ayah dari 6 anak dan 16 cucu ini mengungkapkan, kakinya menderita sakit, seperti asam urat. Sewaktu di pesawat selama 9 jam, lama tidak bergerak dan menjadi bengkak.
"Kalau di rumah kan bisa gerak. Asam urat sudah lama. Ada nanah, tapi sudah disedot bidan, jadinya begini. Sepertinya bersih, tapi ya seperti ini," ucap dia.
Baca juga: Cerita Nenek Penjual Kacang Rajin Menabung hingga Bisa Berangkat Haji
Mbah Narto mengaku sudah mengecek kondisi tersebut di puskesmas. Dia pun dibelikan tongkat oleh cucunya untuk membantu berjalan.
Di Tanah Suci ini, Mbah Narto memiliki doa sendiri.
Baca juga: Kisah Sama bin Japa Jadi Tukang Batu hingga Kuli di Malaysia demi Berhaji
"Doanya dimaafkan segala kesalahan. Anak-cucu diberikan iman salat sampai kiamat. Untuk orangtua saya bisa diberi ampunan. Selalu mengikuti jalan Nabi. Doa saya saat selesai salat hanya itu," ungkap dia.
(Hantoro)