MADINAH – Banyaknya jamaah haji lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti) menjadi tantangan tersendiri bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi dr Indro Murwoko menjelaskan pihaknya pun memiliki strategi untuk mengantisipasi hal ini.
"Kita memperbesar upaya preventif (pencegahan). Fokusnya bukan di upaya pengobatan," kata dia, di Madinah, Senin (22/7/2019).
Baca juga: 11 Wafat, 52.065 Jamaah Haji Tiba di Makkah
Dokter Indro mengatakan pihaknya dari Tim Kesehatan PPIH memprioritaskan jamaah haji risti dalam hal kesehatan.
Dia menerangkan, penyakit yang timbul terhadap jamaah haji bermacam-macam, tetapi pemicu penyakit itu umumnya sama.
"Pemicunya adalah dehidrasi, karena itu jamaah haji harus banyak minum," tutur dia.
Baca juga: Lampu Pesawat Rusak, Keberangkatan Jamaah Haji Delay 3 Jam
Maka itu, dia mengapresiasi kegiatan pencanangan gerakan Tiga Sukses dan Sehat Haji yang dilakukan oleh Sektor 5 Madinah dan diikuti Kloter 20 Embarkasi Jakarta (JKG).
Pertama, gerakan kebugaran jasmani jamaah haji. Kedua, gerakan minum air mineral bersama. Ketiga, gerakan berkacamata hitam bersama.
Dia menjelaskan pentingnya menggunakan kacamata hitam. Fungsinya untuk mengikis efek panas (hot spring) dan ultraviolet.
"Bisa terjadi iritasi dan menganggu kegiatan jamaah," jelas dr Indro.
Baca juga: Menhub Apresiasi Kesiapan Layanan Penerbangan Haji 2019
Sementara gerakan kebugaran jasmani jamaah haji atau senam, kata dia, sangat bagus untuk sirkulasi badan.
Pasalnya, jamaah haji selama ini banyak hanya beraktivitas di kamar, juga posisi diam di bus, dan pesawat hingga berjam-jam.
Baca juga: Ziarah Kubur di Tanah Suci, Jamaah Haji Dilarang Ambil Tanah dan Batunya!
"Senam yang dilakukan adalah senam yang ringan, yang sederhana, sehingga sirkulasi badan menjadi baik," beber dr Indro.
(Hantoro)