JEDDAH – Keberadaan para penjaja kartu perdana telepon seluler Arab Saudi di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dinilai mengganggu kenyamanan jamaah haji Indonesia.
Berdasarkan pantauan langsung, Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat mengatakan keberadaan para penjaja kartu ponsel Arab Saudi itu mengganggu dan memperlambat proses kedatangan jamaah haji di Bandara King Abdul Aziz.
Maka itu, kata dia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah mengirim surat protes ke Direktur Kantor Kementerian Haji Bandara.
Baca juga: 17 Orang Wafat, 79.701 Jamaah Haji Tiba di Kota Makkah
"Padahal Kementerian Haji (Arab Saudi) sedang berupaya mengurangi waktu kedatangan (jamaah haji) di bandara. Jadi ini bertentangan dengan keinginan Pemerintah Arab Saudi yang ingin mempercepat kedatangan," jelas dia kepada tim Media Center Haji (MCH), Rabu (24/7/2019).
Dalam proses kedatangan jamaah haji di Bandara Arab Saudi, para penjaja kartu ponsel langsung menghampiri. Dengan jumlah tidak sedikit, mereka meminta nomor paspor jamaah. Kondisi ini yang membuat kenyamanan jamaah haji Indonesia terganggu.
Baca juga: Jamaah Haji Bisa Beli Kambing di Pasar An'Am, Harga Mulai 280 Riyal Arab Saudi
Pihaknya pun telah meminta jamaah untuk tidak mengindahkan tawaran yang diberikan para penjaja kartu ponsel, meski gratis.
"Bagi yang sudah mempunyai paket seluler dari Tanah Air, itu sudah cukup digunakan di Arab Saudi," tambah Arsyad Hidayat.
(Hantoro)