MAKKAH – Muhammad Busyro Muqoddas merupakan anggota delegasi Amirul Hajj tahun ini. Ia juga merupakan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Busyro melakukan visitasi ke hotel untuk memberikan motivasi kepada jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Salah satu pesannya adalah jamaah cukup satu kali berhaji.
Baca juga: Jamaah Haji Asal Pesisir Jateng Diajak Senam Ngapak
Busyro melakukan visitasi ke Hotel Al Kiswah di Sektor 10 Makkah. Hotel ini dihuni jamaah asal Embarkasi Solo.
Selama memberikan motivasi, Busyro menggunakan bahasa Jawa kromo. Sekira satu jam berlangsung, puluhan jamaah haji menyimak dengan anteng.
Busyro menuturkan antrean haji di Jawa Tengah mencapai 23 tahun. Sementara di Sulawesi ada yang 40 tahun lebih. Dia berharap seluruh jamaah bisa bersyukur karena bisa berhaji tahun ini.
Baca juga: Jalankan Tarwiyah, Menag Lukman Imbau Jamaah Haji Diminta Lapor Petugas
"Haji untuk sekarang ini lebih baik sekali saja," kata Busyro, Sabtu (3/7/2019).
Sehingga, lanjut dia, bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat lainnya yang belum pernah berhaji.
Dia menyambut baik ketentuan dari Kemenag bahwa seseorang baru bisa mendaftar haji lagi setelah 10 tahun dari keberangkatan sebelumnya.
Kalaupun ada umat Islam yang memiliki rezeki banyak, Busryo mengatakan bisa digunakan untuk ibadah lainnya, tidak harus digunakan untuk berhaji kembali.
Baca juga: 529 Kloter Jamaah Haji Belum Tiba, Kota Makkah Semakin Padat
Dia mencontohkan uang tersebut bisa digunakan untuk urusan pendidikan anak-anaknya. Busyro menegaskan pendidikan anak adalah penyempurna ibadah orangtua.
Lebih lanjut Busyro mengatakan jamaah sebaiknya menjaga kondisi sampai pelaksanaan ibadah wukuf di Padang Arafah pada 10 Agustus.
Baca juga: Gempa M7,4 Guncang Banten, Menag Imbau Jamaah Haji Banyak Berdoa
Sebab, dia mengatakan saat berada di Arafah nanti merupakan salah satu momentum mustajabah, sehingga doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Selain itu, Busyro menegaskan bahwa haji adalah wukuf di Arafah.
(Hantoro)