ARAFAH – Naib Amirul Hajj KH A Bunyamin Ruhiyat dalam Khutbah Wukuf Haji 2019 mengajak semua jamaah mewujudkan kepedulian sosial hingga menebarkan kedamaian di tengah masyarakat ketika sudah kembali ke Indonesia.
Ia mengatakan, semua jamaah berharap menjadi haji mabrur usai beribadah di Tanah Suci. Maka itu, ujar KH Bunyamin, sekembali ke Tanah Air, jamaah haji dapat menjadi duta perdamaian dan kepedulian, yang akan melakukan perubahan dalam masyarakat ke arah yang lebih baik.
Baca juga: Khutbah Wukuf 2019 Mengusung Tema 'Menggapai Haji Mabrur di Arafah'
"Ketika ditanya tanda-tanda haji mabrur, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjawabnya dengan dua hal. (1) Memberi makan fakir miskin adalah simbol kepedulian, (2) dan menebar salam adalah simbol kedamaian. Karena itu, bila ingin mendapat haji mabrur dengan balasan surga, maka wujudkan kepedulian sosial dan tebarkan kedamaian di tengah masyarakat setelah kembali ke Tanah Air," paparnya dalam khutbah wukuf, di Arafah, Sabtu (10/8/2019).
Sekadar diketahui, tahun ini total ada sekira 2,5 juta umat Islam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Mayoritas dari jamaah haji tersebut berasal dari luar negeri.
Selama ibadah haji, jamaah dikelompokkan berdasarkan negaranya. Mereka melakukan perjalanan puncak haji wukuf di Arafah dengan berjalan kaki atau menaiki bus yang disediakan pihak berwenang.
Baca juga: Khutbah Wukuf Haji 2019: Banyak Berdoa untuk Kebaikan Diri hingga Bangsa
Sekira 350 ribu tenda ber-AC telah didirikan di sana. Ketika puncak haji melakukan wukuf di Arafah, para jamaah akan berjam-jam salat, membaca kitab suci Alquran, atau melakukan ibadah lainnya.
Setelah turun, mereka bakal mengumpulkan kerikil dan melakukan lempar jumrah.
Jamaah haji kemudian kembali ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf terakhir.
(Hantoro)