Belajar Islam di Masjid Nabawi Bada Magrib

Widi Agustian, Jurnalis
Senin 09 September 2019 02:27 WIB
(Foto: Widi Agustian/Okezone)
Share :

MADINAH - Masjid Nabawi lebih dari sekadar ikon Kota Madinah. Masjid Nabawi sendiri merupakan salah satu ikon Islam.

Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun dengan landasan ketakwaan.

Otomatis, Masjid Nabawi sendiri menjadi salah satu tempat banyak orang mendalami Islam. Masjid ini pun menjadi tempat kajian Islam serta tempat untuk mengaji atau tahsin Alquran.

Setelah puncak ibadah haji selesai, Okezone mendapati sejumlah kajian atau ceramah digiatkan di Masjid Nabawi. Kajian yang dilakukan ini menghadirkan banyak ustad dari berbagai negara dan disajikan dengan banyak bahasa.

Dengan demikian, kajian yang dilakukan tidak hanya bahasa Arab. Bahasa Indonesia pun dipergunakan dalam kajian di salah satu ruang di Masjid Nabawi tersebut.

Bada Maghrib, kajian akan dimulai dan selesai saat azan Isya berkumandang. Kajian berbahasa Indonesia dipimpin oleh Ustadz Ariful Bahri digelar di depan Pintu Masjid Nabawi nomor 21.

"Kajian ini insha Allah kita rutin adakan tiap bada Magrib," kata mahasiswa S3 Jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah (UIM) ini saat awal-awal memberikan kajian usai puncak haji.

Kajian berbahasa Indonesia ini pun laris manis. Jamaah yang mendengarkan tumplek. Bahkan, jumlahnya bisa tiga hingga empat kali lipat dari jamaah yang mendengarkan kajian dalam bahasa lain.

Isi kajiannya, antara lain membahas berbagai dinamika dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari masalah akidah, fikih, membahas tokoh-tokoh muslim terkenal hingga sejarah Islam.

Selain kajian, di masjid ini juga ramai dilakukan pengajian membaca Alquran. Pengajian ini ditujukan untuk anak-anak hingga jamaah dewasa yang menginginkan bacaaan Alqurannya kian sempurna.

Pengajian ini biasanya terdiri dari sekelompok orang dengan dipimpin oleh seorang ustad. Jadi ada banyak kelompok pengajian di Masjid Nabawi ini.

Untuk anak-anak, mereka mulai belajar membaca Alquran dari huruf hijaiyah. Tampaknya, ada semacam metode baca Alquran yang mereka terapkan. Anak-anak ini akan bergantian maju ke depan ustadznya.

Selain tahap awal, ada sebagian anak-anak yang sudah mampu membaca Alquran dengan huruf sambung dengan sempurna. Mereka juga maju bergantian untuk menyempurnakan bacaannya (tahsin) di depan ustadz.

Tidak hanya itu, orang-orang dewasa dari berbagai negara juga tampak mengelilingi ustadz. Mereka bergantian men-tahsin bacaan Alquran. Biasanya, untuk negara-negara lain, jamaah ini akan diminta membaca surat-surat pendek untuk kemudian disempurnakan bacaannya atau di-tahsin.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya