Perbanyak Doa dan Salawat di Jumat Pertama Syawal Ini

, Jurnalis
Jum'at 29 Mei 2020 12:31 WIB
Ilustrasi doa. (Foto: Shutterstock)
Share :

BULAN suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah baru saja dilalui. Umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia pun melanjutkan ibadah di bulan Syawal.

Hari ini telah memasuki tanggal 6 Syawal 1441 Hijriah atau bertepatan dengan Jumat pertama di bulan tersebut.

Jumat pertama di bulan Syawal ini bisa dijadikan momentum untuk memperbanyak doa dan salawat, karena memang itu menjadi bagian amalan sunah yang dapat ditunaikan pada hari Jumat.

Keutamaan hari Jumat tidak perlu diragukan lagi. Banyak dalil dan hadis menyebut bahwa Jumat adalah hari yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta'ala serta waktu dikabulkannya hajat dan doa.

Mengutip dari Sindonews, Jumat (29/5/2020), dalam Kitab An-Nashoihud Diniyah, Imam Abdullah bin Alwi al Haddad mengatakan Jumat adalah pemimpin semua hari dan memiliki kemuliaan besar di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

Pada hari Jumat, Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan Nabi Adam Alaihissalam. Di hari Jumat, kiamat juga terjadi, kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala mengizinkan penghuni surga untuk menziarahi-Nya.

Para Malaikat menamai Jumat sebagai "hari tambahan" karena di dalamnya Allah Subhanahu wa ta'ala membuka banyak pintu rahmat dan melimpahkan karunia serta menurunkan banyak kebaikan.

Kata Imam Abdullah al Haddad, pada hari Jumat terdapat satu waktu yang mulia (mustajab) di mana doa dikabulkan secara mutlak.

Dari Abu Hurairah Radiallahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Artinya: "Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim yang ia berdiri melaksanakan sholat lantas dia memanjatkan suatu doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta." (HR Al-Bukhari, Muslim).

Dalam hadis lain disebutkan:

Artinya: "Pada hari Jumat terdapat 12 jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba Muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah Ashar." (HR Abu Dawud)

Selain berdoa, umat Islam dianjurkan memperbanyak Salawat. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: "Perbanyaklah bersalawat kepadaku di setiap hari Jumat, karena sesungguhnya salawat umatku ditampakkan kepadaku di setiap hari Jumat. Maka siapa yang paling banyak bersalawat kepadaku, kelak dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat." (HR Al Baihaqi)

Dalam hadis lain disebutkan:

Artinya: "Hari Jumat adalah hari yang paling utama. Karena itu perbanyaklah Salawat kepadaku pada hari itu. Karena sesungguhnya salawat kalian itu sampai kepadaku. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin salawat kami sampai kepadamu, sementara kelak engkau dikebumikan?' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah Ta'ala mengharamkan bumi untuk menghancurkan jasad para Nabi." (HR Abu Daud)

Ancaman Keras bagi Orang yang Meninggalkan Sholat Jumat

Pada hari ini ada satu ibadah yang diwajibkan bagi setiap Muslim yaitu Sholat Jumat. Dalam kaidah syariat, orang yang sengaja meninggalkan Sholat Jumat akan mendapat ancaman dan hukuman yang keras. Hal itu disebabkan hukum Sholat Jumat adalah fardhu 'ain sesuai ijma' para ulama.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

من ترك ثلاث جمع من غير عذر طبع الله على قلبه

Artinya: "Barang siapa meninggalkan Sholat Jumat tiga kali tanpa udzur, maka Allah Ta'ala akan menutup hatinya."

Ibnu Abbas Radiallahu anhu pernah ditanya tentang seorang lelaki yang mengerjakan sholat malam dan berpuasa di siang hari, tetapi tidak menghadiri Sholat Jumat dan jamaah, maka Ibnu Abbas menjawab: "Ia masuk neraka."

وليس يسع مؤمناً أن يترك الجمعة من غير عذر وهو يسمع قول الله تعالى :(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ)[الجمعة:9/62]

Orang mukmin tidak boleh meninggalkan Sholat Jumat tanpa udzur.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan Sholat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Surah Al Jumu'ah: 9)

Ketika banyak orang mengaku Muslim dan mukmin mendengar seruan Allah dan Rasul-Nya, namun meninggalkan Sholat Jumat tanpa udzur, maka termasuk golongan yang sangat merugi.

Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan kita taufik dan hidayah-Nya kepada setiap orang untuk dapat menunaikan kewajiban dan perintah-Nya.

Wallahu A'lam

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya