Ini Lho Keutamaan Sholat di Shaf Pertama

Sarah Nurjannah, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2020 14:58 WIB
Syekh Ali Jaber (Foto: Instagram/@syekh.alijaber)
Share :

SETIAP muslim diperintahkan untuk melakukan sholat wajib lima waktu (maktubah) dalam sehari semalam. Sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar, juga sebagai mengingat kepada-Nya. Bagi para muslim laki-laki diwajibkan sholat di masjid, dan berlomba-lomba agar mencapai barisan atau shaf pertama.

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak semata-mata memerintahkan hamba-Nya untuk beribadah melainkan terdapat hikmah yang bisa didapat dari ibadah tersebut.

Terkait keutamaan sholat di shaf pertama, dai kondang Syekh Ali Jaber mengatakan, pahala yang didapat seseorang yang sholat di shaf pertama akan berbeda dengan mereka yang berdiri di shaf kedua dan seterusnya.

"Orang yang bisa takbiratul ihram sama imam dengan masbuk (makmum terlambat) demi Allah tidak sama di sisi Allah. Walaupun dua-duanya dapat pahala sholat. Allah maha adil," ucap Syekh Ali dikutip Okezone dari channel YouTube, Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber menjelaskan, sholat di shaf pertama artinya memberi ibadah yang terbaik bagi Allah. Agar kita sebagai muslim mengenal sejauh mana bisa melakukan yang terbaik. Bahkan jika tidak bisa hadir di shaf pertama, setidaknya tidak boleh terlewat takbiratul awal saat sholat bersama imam, karena sekalipun urutannya berbeda maka berbeda pula di sisi Allah keutamaannya.

Baca juga: Ini Hukum Memakai Gelar Haji Menurut Pandangan Islam

“Kita masuk surga karena karunia Allah dan rahmatNya, tapi kelak di dalam surga akan diceritakan perjuangan masjid. Yang mengherankan, masjid kosong, tapi justru banyak yang duduk di shaf belakang padahal datang duluan, padahal sudah tahu bahwa keutamaan shaf di pertama itu tidak sama dengan shaf yang lainnya,” kata ulama yang juga menjadi juri dalam program Hafiz Indonesia tersebut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا

Artinya: “Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya,” (HR. Bukhari no. 580).


Dalam sebuah haditsnya Rasulullah bersabda:

عَنْ جَابِرٍ بْنِ سَمُرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، فَقَالَ: (( أَلاَ تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ المَلائِكَةُ عِندَ رَبِّهَا ؟ )) فَقُلنَا : يَا رَسُولَ اللهِ ، وَكَيفَ تُصَفُّ المَلائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا ؟ قَالَ : (( يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الأُوَّلَ ، وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

Artinya: "Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar kepada kami, lalu berkata, ‘Maukah kalian bershaf seperti bershafnya para malaikat di hadapan Rabb-Nya?’ Maka kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah malaikat bershaf di hadapan Rabb-Nya?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Mereka menyempurnakan shaf pertama dan saling merapatkan shafnya,” (HR. Muslim no. 430).

Meski demikian, Syekh Ali Jaber mengatakan, tidak masalah jika kita shalat dalam semua barisan di dalam masjid. Tapi ini menunjukkan perlombaan yang terbaik di antara kita, serta menentukan derajat kita kelak di surga Allah Ta'ala.

“Makanya kalau kita ingin diberi yang terbaik oleh Allah, bahagia yang terbaik, sehat yang terbaik, berkah rezeki terbaik, keturunan terbaik, kita juga harus bertugas memberi yang terbaik, tahajud, sholat sunah, hingga amalan ibadah yang terbaik, karena Allah tidak akan membalas yang sama tetapi akan membalas yang lebih untuk kita,“ tandasnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya