4 Fakta Jam Tangan Canggih Pantau Kondisi Jamaah Haji RI, Bisa Ukur Detak Jantung hingga Tingkat Stres

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 01 Juni 2022 12:42 WIB
Jam Tangan Canggih Pantau Kondisi Jamaah Haji RI (Foto: Antara/Kemenkes)
Share :

JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyiapkan jam tangan canggih yang dapat memantau kondisi kesehatan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Jam tangan cangih ini merupakan perangkat Telejemaah yang mendukung pemantauan kondisi kesehatan jamaah haji Indonesia, khususnya yang memiliki risiko kesehatan tinggi, selama menunaikan ibadah di Tanah Suci di Arab Saudi.

"Khusus untuk jamaah yang berisiko tinggi, untuk tahun ini kita mulai menggunakan Telejemaah. Jadi calon jamaah itu seperti punya jam untuk melihat detak jantung, berapa kali dia jalan, sehingga nanti itu langsung terkoneksi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha di Jakarta, Selasa 31 Mei 2022.

Baca Juga: Baca Berita Haji di Okezone.com, Sajikan Perkembangan Langsung dari Tanah Suci!

Berikut fakta-fakta jam tangan canggih yang dapat memantau kondisi kesehatan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, Jakarta, Rabu (1/6/2022).

1. Cara Kerja Perangkat Telejemaah

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menjelaskan bahwa perangkat Telejemaah dapat memonitor indikator kondisi kesehatan anggota jamaah haji seperti detak jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, langkah kaki, dan tingkat stres.

"Alat itu bisa memonitor dengan cepat apakah mereka ini sudah kelelahan atau ada penyakit yang mereka tanggung, sehingga bisa langsung kita arahkan untuk menuju fasilitas layanan kesehatan atau kita deteksi dan kita arahkan ke rumah sakit kita di sana," katanya.

Menurut dia, perangkat tersebut akan menyampaikan tanda berupa getaran apabila mendeteksi indikator kelelahan atau gangguan kesehatan yang berisiko membahayakan pada pengguna.


2. Berbentuk Jam Tangan

Perangkat yang bentuknya serupa dengan jam tangan pintar itu, menurut dia, juga dilengkapi dengan pelacak GPS untuk memantau pergerakan anggota jamaah haji serta baterai yang bisa bertahan selama dua pekan pada tingkat pemakaian normal.

"Kalau habis bisa di-charge," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha

3. Pembagian Perangkat Telejemaah

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana mengatakan bahwa penyiapan perangkat Telejemaah sudah dalam tahap final.

Jangkauan sistem perangkat tersebut, ia mengatakan, sedang diperluas agar keluarga jamaah dan otoritas terkait dapat memonitor kondisi kesehatan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Budi mengatakan bahwa perangkat Telejemaah ditargetkan sudah bisa dibagikan kepada anggota jamaah haji pada awal Juni 2022.

"Teknis pemberiannya sedang diatur, apakah di asrama haji atau di Tanah Suci," katanya.

4. Kartu Identitas

Selain menyiapkan Telejemaah, Budi menjelaskan, Kementerian Kesehatan melengkapi kartu identitas anggota jamaah haji dengan kode batang yang menyimpan data identitas, informasi vaksinasi, hingga rekam medis anggota jamaah.

"Semua kartu identitas jamaah dilengkapi barcode (kode batang) berisi tentang identitas jamaah, status vaksinasi, dan rekam medisnya, sehingga siapa pun jamaah Indonesia ditemukan petugas tinggal di-scan (dipindai) barcode menggunakan hp petugas dan akan kelihatan informasinya," katanya.

Budi menambahkan, teknologi pendukung pemantauan jamaah haji tersebut baru mulai digunakan tahun 2022 dan jika implementasinya berjalan baik maka akan kembali digunakan pada penyelenggaraan pelayanan jamaah haji tahun mendatang.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya