Suhu di Masjidil Haram Capai 31 Derajat Celcius saat Dini Hari, Jamaah Waspada Cuaca Ekstrem

Abdul Hakim, Jurnalis
Kamis 02 Juni 2022 16:15 WIB
Suhu di Masjidil Haram (Foto: Abdul Hakim/MPI)
Share :

MAKKAH - Cuaca panas ekstrem terjadi di Arab Saudi. Untuk itu, para jamaah haji Indonesia yang akan berangkat ke tanah suci diminta menjaga kondisi fisik serta kesehatan.

Hal ini terjadi pada suhu di sekitar Masjidil Haram, Makkah mencapai 31 derajat celcius pada Kamis (2/6/2022) dini hari pukul 03.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Demikian laporan yang disampaikan langsung jurnalis MNC Portal Indonesia (MPI) yang tergabung Media Center Haji (MCH) 2022.

Kondisi ini terbilang cukup ekstrem bagi orang Indonesia. Sebab pada jam-jam tersebut, suhu di Jakarta misalnya hanya berkisar 20 hingga 23 derajat celcius.

Tingginya suhu pada dini hari itu dampaknya sangat terasa. Apalagi jika jamaah baru saja keluar dari Masjidil Haram yang sebelumnya terasa adem karena banyak pendingin udara.

Baca Juga: Cuaca Panas di Arab Saudi, Menag ke Jamaah: Puncak Haji Bisa 50 Derajat Celcius

Sekeluar dari area Masjidil Haram, paparan suhu tinggi membuat wajah langsung terasa kering dan agak panas. Jika berlama-lama di luar ruangan, pipi juga makin terasa sangat kering dan tak nyaman. Selain wajah menjadi tampak kering, badan juga terasa agak gerah.

Cuaca makin panas terasa pada pagi hari. Pada pukul 07.00 hingga 08.00 misalnya, suhu udara terpantau mencapai 32 hingga 33 derajat celcius. Suhu di angka tersebut setara dengan kondisi tengah hari di Jakarta saat ini.

 

Bahkan di lobi Hotel Al Kiswah Towers di kawasan Jarwal, Makkah tempat transit sementara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, suhu mencapai 30 derajat Celcius. Air conditioner (AC) yang terpasang di sejumlah sudut ruangan lobi hotel tak mampu membuat udara terasa adem layaknya di Indonesia.

"Ini memang musim panas, jadi pagi hari pun sudah terasa kering udaranya," ujar Muhammad, warga Indonesia yang telah tinggal di Saudi cukup lama.

Di sisi lain, kondisi yang berbeda dengan di Tanah Air ini perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh jamaah Indonesia.

Sebelumnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga meminta jamaah untuk menjaga kesehatannya di tengah cuaca tinggi yang terjadi di Saudi. Menag meminta jamaah tidak berlebihan dalam aktivitas di luar ruangan. Di antara bekal yang perlu dibawa ketika dibawa saat keluar ruangan adalah semprotan air.

"Seringlah semprot wajah dengan air agar tidak kering. Mari jaga kesehatan agar bisa menunaikan haji dengan baik ," ujar Menag Yaqut, Rabu (25/5/2022) atau dua hari sepulang mengecek kesiapan haji di Saudi.

Pada musim haji tahun ini, cuaca di Saudi diprediksi tinggi. Bahkan pada masa puncak ritual haji yakni di prosesi Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), suhu diperkirakan mencapai 50 derajat celcius.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya