Waktu Tunggu 5-10 Menit, Ini 5 Rute Bus Shalawat yang Harus Diketahui Jamaah Haji RI

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Minggu 12 Juni 2022 15:56 WIB
Bus Sholawat antarkan jamah haji Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

MAKKAH - Ada lima rute bus shalawat yang akan melayani jamaah haji Indonesia selama di Makkah, Arab Saudi.

Kepala Seksi (Kasi) Transportasi Daerah Kerja (Daker) Makkah Asep Subhana menjelaskan, untuk memudahkan jamaah mengenali, setiap bus sholawat dipasang stiker dengan desain dan warna yang berbeda-beda.

Stiker itu berisi informasi rute, nomor rute, dan warna rute.

Stiker rute Mahbas Jin - Bab Ali berwarna putih dengan nomor 1. Rute Syisyah - Syieb Amir warna biru dengan nomor 2. Rute Raudhah - Syieb Amir stiker warna hijau dengan nomor 3. Rute Jarwal - Syieb Amir warna hitam dengan nomor 4. Dan, rute Misfalah - Jiad, stiker warna cokelat dengan nomor 5.

"Format stiker ini dibuat untuk memudahkan jamaah. Jika ada jemaah yang tidak bisa membaca tulisan rute, bisa mengingat nomor atau warna," kata Asep saat simulasi bus shalawat di Makkah, Arab Saudi, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: Antarkan Jamaah Haji RI ke Masjidil Haram, Ini Kecanggihan Bus Shalawat

Nantinya, setiap jamaah haji Indonesia juga dibekali kartu yang sama dengan stiker bus shalawat sehingga memudahkan jamaah kembali ke hotel.

Baca juga: Jamaah Haji Indonesia Dapat Salam dari Raja Salman

Jumlah bus shalawat yang akan melayani jamaah haji Indonesia sebanyak 200 bus. Meski jumlah bus shalawat yang disediakan cukup banyak, ada hal yang harus diperhatikan jamaah haji agar tidak terjadi penumpukan penumpang,

Asep mengimbau jamaah untuk dapat datang lebih awal 1-2 jam jika ingin shalat wajib di Masjidil Haram. Menurutnya, kepadatan di Makkah akan meningkat hingga puncak haji seiring terus berdatangannya jamaah haji dari berbagai negara.

“Mendekati puncak haji, saat ingin shalat berjemaah di Masjidil Haram, jamaah agar datang lebih dini, jangan mendekati waktu adzan. Sehingga tidak berebut dengan jamaah lain dan nyaman di Masjidil Haram,” kata Asep.

Hal ini juga bertujuan untuk menghindari terjadinya kemacetan di jalur menuju terminal. Begitu juga ketika ingin kembali ke pemondokan usai shalat wajib, Asep mengimbau agar jamaah dapat bergiliran meninggalkan Masjidil Haram.

"Dalam kondisi normal, interval jarak menunggu kedatangan bus pada rentang 5 - 10 menit. Namun, dalam kondisi padat, utamanya jelang puncak haji, kita targetkan tidak lebih 30 menit. Kita sudah siapkan skema, jika halte penuh, petugas akan meminta informasi ke terminal agar bus yang terparkir bisa segera meluncur," katanya.

Baca juga: Daftar 40 Hotel di Makkah untuk Jamaah Haji Indonesia, Terdekat 850 Meter dari Masjidil Haram

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya