MAKKAH - Rangkaian puncak haji 2022 di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) menarik untuk diketahui. Puncak haji dimulai saat wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1443H atau 8 Juli 2022.
Seluruh jamaah haji Indonesia akan didorong dari Makkah ke Arafah pada 8 Dzulhijjah. Proses wukuf di Arafah dimulai sejak waktu Zuhur sampai terbenamnya matahari pada 9 Dzulhijjah.
Setelah itu mulai didorong ke Muzdalifah untuk mabit (bermalam). Kemudian, pada tengah malam jamaah diberangkatkan ke Mina.
"Wukuf di Arafah, semua orang silakan doa masing-masing pokoknya doa yang baik. Kalau wukuf di Arafah itu kalau orang yang hafal hanya surat Al-Ikhlas ya udah silakan," kata Konsultan Pembimbing Ibadah Ahmad Zainul Hamdi di Makkah, Senin (20/6/2022).
Selama di Armuzna, seluruh jamaah haji Indonesia akan disediakan layanan bus dengan sistem shuttle atau taraddudi (bus yang berputar).
Baca juga: Jelang Puncak Haji 2022, Jamaah Masih Boleh ke Masjidil Haram tapi...
Perlu diingat juga, layanan konsumsi selama di Armuzna sebanyak 16 kali.
Jumlah bus yang disediakan dari Makkah ke Arafah sebanyak 21 bus, Arafah ke Muzdalifah 7 bus dan Muzdalifah ke Mina 5 bus. Jumlah bus ini sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi.
Sementara itu, jarak Makkah ke Arafah sekira 19,6 kilometer (km), jarak Arafah ke Muzdalifah sekira 10 km dan Muzdalifah ke Mina kurang lebih 5 km.
Jamaah akan berada di Muzdalifah hingga tengah malam. Di Muzdalifah, jamaah menyiapkan batu kerikil untuk lempar jumrah di jamarat, Mina.
Setelah melewati tengah malam hingga dini hari, jamaah diberangkatkan ke Mina untuk melontar jumrah.
Kemudian, jamaah didorong ke Mina. Selama di Mina, jamaah tinggal selama 3 hari, mulai tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah.
Ahmad Zainul memberi perhatian lebih saat lempar jumrah di jamarat. Untuk itu, jamaah haji Indonesia sudah memiliki jadwal lempar jumrah yang ditentukan pemerintah Arab Saudi. Hal ini berkaca pada kasus tragedi Mina beberapa tahun lalu.
"Pada saat di Mina yang perlu diperhatikan jamaah adalah waktu melempar jumrah. Tidak semata-mata tentang pelaksanaan manasik yang tepat secara syariat tapi juga menjaga kemaslahatan, keselamatan dan juga itu bagian dari ibadah. Itu yang berkali-kali kita tekankan," katanya.
Pada hari pertama di Mina, jamaah akan melontar jumrah aqabah. Hari selanjutnya, jamaah akan melontar jumrah Ula, Wustha dan Aqaba.
Untuk jumlah batu kerikil saat lempar jumrah nafar awal sebanyak 49 butir sampai 12 Dzulhijjah, sementara 70 butir bagi nafar tsani menyelesaikan lontar jumrah sampai 13 Dzulhijjah.
Untuk jamaah yang mengambil nafar awal menginap hingga 12 Dzulhijjah. Sementara, jamaah yang mengambil Nafar Tsani menginap hingga 13 Dzulhijjah. Setelah itu, jamaah kembali ke Makkah.
(Qur'anul Hidayat)