Masjidil Haram Kian Padat, Petugas Perlindungan Jamaah Diperkuat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 29 Juni 2022 22:26 WIB
Masjidil Haram kian dipadati jamaah Haji (Foto : Okezone.com)
Share :

MAKKAH - Masjidil Haram kian dipadati jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk jamaah haji dari Indonesia. Para jamaah haji ini melakukan ibadah wajib maupun sunah.

Untuk memberikan perlindungan bagi jamaah haji Indonesia, Seksi Petugas dan Keamanan Jamaah Daerah Kerja (Daker) PPIH Makkah memperkuat personel guna menghadapi lonjakan jamaah di Masjidil Haram.

“Personel kita perkuat di Masjidil Haram demi memberikan rasa aman. Sebelumnya, sektor khusus Masjidil Haram personel 10. Saat ini ditambah 19 jadi 29 personel. Ini yang khusus personel dari TNI/Polri,” ujar Kepala Seksi Petugas dan Keamanan Jamaah Kolonel Muftil Umam di Daker Makkah, Rabu (29/6/2022).

PPIH selama ini menggandeng personel khusus dari TNI/Polri untuk memberikan bantuan pengamanan jamaah selama pelaksanaan haji.

Meski berstatus prajurit TNI/Polri, saat menjalankan tugas di Arab Saudi, mereka tidak berseragam prajurit, melainkan berpakaian kemeja warna putih dan rompi hitam layaknya petugas haji lainnya.

Muftil Umam yang merupakan prajurit Kopassus ini mengatakan, selain perkuatan personel, shift jaga di Masjidil Haram juga ditambah. Jika sebelumnya hanya dua shift dengan durasi jaga masing-masing 12 jam, saat ini ditambah menjadi tiga shift dengan durasi jaga 8 jam.

Selain prajurit TNI/Polri, sektor khusus di Masjidil Haram juga diperkuat petugas lainnya. Total petugas di sektor khusus kini mencapai 80 orang.

Mereka tersebar di delapan titik masjid baik di dalam maupun di luar masjid. Di antaranya di lokasi tawaf, lokasi sai, pintu Babussalam, sekitar Tower Zamzam, serta tiga terminal bus yang ada di seputaran Masjidil Haram.

Selain memberi rasa aman bagi jamaah, personel yang dikenal dengan sebutan Linjam (perlindungan jemaah) ini juga membantu jamaah yang tersesat, membantu memenuhi kebutuhan jamaah termasuk juga membantu jemaah agar tidak menggunakan jasa kereta dorong ilegal hingga membantu jamaah yang kehilangan sandal.

“Termasuk kereta dorong kita juga arahkan dan sosialisasikan untuk kereta dorong yang resmi. Kami juga punya banyak sandal untuk membantu jemaah yang kehilangan sandal,” ujarnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya