Pelaksanaan dan Tata Cara Manasik Haji Serta Bacaan Doa Lengkap

Cita Zenitha, Jurnalis
Senin 04 Juli 2022 17:34 WIB
Ilustrasi/Okezone
Share :

JAKARTA - Perhatikan pelaksanaan dan tata cara manasik haji sebelum melaksanakan ibadah haji. Supaya ibadah haji yang kita lakukan membawa berkah dan hidayah khususnya bagi diri kita sendiri.

Ibadah haji merupakan salah satu penyempurna rukun islam yang kelima.

Setiap umat islam yang mampu baik secara fisik maupun finansial bisa melaksanakan ibadah haji.

Pelaksanaan ibadah haji bertepatan pada bulan 9 Dzulhijjah tepatnya saat wukuf di Arafah.

Rangkaian ibadah haji sendiri dilaksanakan mulai bulan Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.

Hukum ibadah haji bagi umat islam yang telah memenuhi syarat adalah wajib dan dapat dilaksanakan satu kali dalam seumur hidup.

Sedangkan melaksanakan haji untuk kedua kalinya menjadi sunnah.

Berikut Okezone akan membahas pelaksanaan dan tata cara manasik haji beserta bacaan lengkapnya.

Pelaksanaan Dan Tata Cara Manasik Haji

1. Memakai Pakaian Ihram

Bagi laki-laki pakaian ihram dapat berupa dua lembar kain lebar. Satu kain berguna menutupi pundak dan satu kain lagi untuk menutupi bagian bawah panggul seperti menggunakan sarung.

Perlu menjadi perhatian bahwa laki-laki tidak boleh menggunakan pakain menyerupai bentuk tubuh seperti celana dalam.

2. Niat Ihram Haji

Sunnah haji yang menjadi anjuran sebelum melaksanakan ihram adalah mandi, berwudhu, memakai pakaian ihram dan memakai wewangian. Setelah itu membaca niat ihram dalam hati.

Bacaan Niat Ihram:

نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul hajja wal ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala

Artinya; Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah Swt.

 

3. Membaca Bacaan Talbiyah

Disunahkan membaca talbiyah ketika seseorang sudah berniat melaksanakan haji atau umrah.

Baiknya bacaan talbiyah selalu diulang-ulang setiap langkah selama ke Baitul Haram. Berikut adalah bacaan talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَاشَرِيْكَ لَكَ

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarikalaka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mula la syarika lak.

Artinya; Aku datang memenuhi panggilanMu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilanMu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memnuhi panggilan-Mu, sungguh segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

4. Wukuf di Padang Arafah

 

Jamaah haji hendaknya banyak membaca zikir, tahmid, istighfar dan bacaan lainnya ketika hendak melaksanakan wukuf.

Saat masuk waktu wukuf jamaah haji dapat membaca doa berikut:

” اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ ، اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي وَإِلَيْكَ مَآبِي وَلَكَ رَبِّ تُرَاثِي ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ “

Latin: Allahumma lakal hamdu kalladzi naqulu wa khairom mimma naqulu, allahumma sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati wa ilaika ma-abi wa laka rabbi turatsi, allahumma inni a’uzu bika min ‘azabil qobri wa waswasatis shodri wa syatatil amri, allahumma inni a’uzu bika min syarri ma taji-u bihir rihu.

Artinya: Ya Allah, bagi Mu pujian seperti yang kami ucapkan, dan lebih baik dari apa yang kami ucapkan. Ya Allah, untuk-Mu sahabatku, ibadah haji, untuk-Mu kehidupanku dan kematianku dan kepada-Mu kami akan kembali, untuk-Mu kami tunjukkan ibadahku. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, dari hati yang ragu dan dari tercerai berainya urusan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari yang terburuk yang didatangkan oleh angin.

5. Mabit Atau Bermalam di Muzdalifah

Setelah melaksanakan wukuf selanjutnya akan bermalam di Muzdalifah. Selama di Muzdalifah jamaah haji mengambil batu kerikil sebanyak empat puluh hingga tujuh pulih butir untuk melempar jumrah di Mina.

Bermalam di Muzdalifah dapat dilakukan sampai melewati waktu tengah malam. Namun, lebih utama lagi jika bermalam sampai selesai melaksanakan shalat subuh.

6. Melempar Jumrah

Jamaah haji selanjutnya melakukan lempar jumrah di Mina dengan membaca:

بِسمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Bismillahi Allahu Akbar

Artinya: Dengan nama Allah dan Allah yang Mahabesar

7. Tahallul Awal

Tahallul awal dilakukan dengan mencukur rambut sekurang-kurangnya sebanyak tiga helai.

Dengan tahalul ini menandakan bahwa kita sudah bisa mengenakan pakaian biasa. Bacaan doa tahallul:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِكُلِّ شَعْرٍ نْورًا يَوْمَ القِيَامَةِ

Allahummaj’al likuli sya’ratin nuuran yaumal qiyaamati

Artinya; Ya Allah, jadikanlah cahaya untuk setiap helai rambut yang aku potong ini pada hari kiamat nanti.

8. Thawaf Ifadah

Thawaf Ifadah yaitu thawaf dengan dengan mengelili ka'bah sebanyak tujuh kali. Dimulainya thawaf ibadah yaitu sejajar dengan Hajar Aswad. Bacaan doa thawaf:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ اللهُ أَكْبَرُ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصَدِّيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءاً بِعهدك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْئَلُكَ الْعَفْوَى وَالْعَافِيَةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأَخِرَةَ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةِ مِنَ النَّارِ

Subahaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu allahu akbar. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi. Wash shalaatu wassalaamu’alaa rasuulillaaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma iimaanan bika wa tashdiqan bikitaabika wa wafaa’an bi’aadhika wattibaa’an li sunnati nabiyyika muhammadin shallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘aafiya wal mu’aafatan daaimata fid diini wad dunyaa wal aakhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaari.

Artinya; Maha suci Allah, segala bentuk pujian hanya pantas disanjungkan kepada-Nya, sebab tiada Tuhan selain Allah, Dzat Yang Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali berasal dari sisi-Nya yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Shalawat serta salam semoga senantiasa tertuju kepada Rasulullah, sebagaimana Allah selalu mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau.

Ya Allah, aku melakukan tawaf ini hanya karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan memenuhi janjiku pada-Mu, serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad Saw.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan kepada-Mu, kesehatan, dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan aturan agama, baik urusan dunia maupun akhirat, juga untuk beroleh kenikmatan surga dan terhindar dari azab neraka.

9. Sa’i

Melaksanakan sa’i yaitu berjalan dari bukit Safa melanjutkan ke bukit Marwa sevanyak tujuh kali.

Sebelum melaksanakan sa’i hadapkan badan kita ke ka’bah terlebih dulu. Bacaan sa’i sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحِيمِ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُولِهِ

Bismillahir rahmaanir rahiim, abda’u bimaa bada’allahu bihi wa rasuulihi

Artinya; Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Kemudian ketika mengerjakan sa’i dianjurkan membaca doa berikut ini sambil lari-lari kecil antara bukit shafa dan marwah

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، كَبِيرًا وَالحَمْدُ لَِّلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allaahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, kabiiraa walhamdulillaahi katsiran wa subhanallahi bukratan wa ashiilaa

Artinya; Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Maka besar Allah segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah baik saat pagi maupun petang.

10. Tahallul Kedua

Dengan melaksanakan tahallul kedua ini berarti jamaah haji telah melakukan tiga perbuatan.

Adapun tiga perbuatan yang telah dilakukan adalah melempar jumrah, aqobah, tawaf ifadah dan sa’i.

Proses dalam pelaksanaan dan tata cara manasik haji terdapat perbedaan. Ada yang telah wukuf kemudian melangsungkan thawaf ifadah ada pula yang langsung bermalam di Muzdalifah.

Demikianlah pembahasan mengenai pelaksanaan dan tata cara manasik haji serta bacaan doa lengkap.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya