MAKKAH - Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat resmi membentuk petugas khusus yang dinamai Satuan Operasional Masyair untuk menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Dalam surat tugas yang ditandatangani Arsad Hidayat pada 3 Juli 2022, Satuan Operasional Masyair dalam rangka efektifitas pembinaan, pelayanan, dan perlindungan penyelenggaraan ibadah haji pada operasional pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan mabit dan lontar jamarat di Mina.
"Bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Pembentukan Satuan Operasional Masyair Tahun 1443H/2022M," tulis Arsad dalam surat tugas yang diterbitkan, Makkah, Selasa (5/7/2022).
Tugasnya melaksanakan operasional penyelenggaraan ibadah haji berupa pembinaan, pelayanan, dan pelindungan kepada jemaah haji pada Masyair(Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Satuan Tugas Masyair terdiri dari 18 orang. Nasrullah Jasam akan menjadi Kepala Satuan Operasional Masyair.
Berikut ini daftar lengkap Satuan Operasional Masyair:
1. Penanggung Jawab Hilman Latief
2. Wakil Penanggung Jawab Nizar Ali
3. Pengendali Teknis Pelayanan Luar Negeri Subhan Cholid
4. Pengendali Teknis Pelayanan Dalam Negeri Saiful Mujab
5. Pengendali Teknis Bimbingan Ibadah Isfah Abidal Azis
6. Pengendali Teknis Petugas Nuruzzaman
7. Pengendali Teknis Organisasi dan Tata Laksana Abdullah
8. Pengendali Teknis Anggaran Operasional Haji Jaja Jaelani
9. Pengendali Teknis Pengawasan Haji Khusus Nur Arifin
10. Pengendali Teknis Media Center Haji Wibowo Prasetyo
11. Pengendali Teknis Kesehatan Budi Sylvana
12. Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat
13. Kepala Satuan Operasional Masyair Nasrullah Jasam
14. Wakil Ketua Satuan Operasional Masyair 1 Maskat
15. Wakil Ketua Satuan Operasional Masyair 2 Muftil Umam
16. Wakil Ketua Satuan Operasional Masyair 3 Harun Arrasyid Usman
17. Sektretaris M. Noer Alya Fitra
18. Wakil Sekretaris Luthfie Makki
Sebelumnya, PPIH Arab Saudi memberi tugas kepada satgas Arafah hingga Mina saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Ketua PPIH Arsad Hidayat mengatakan, satgas Arafah menjadi tanggung jawab petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara. Dalam pra Armuzna harus melakukan koordinasi persiapan pelaksanaan untuk pelayanan di kemah misi haji dan pengawas maktab.
"Selain itu, juga harus melakukan sweeping akhir jamaah di Arafah pada 9 Dzulhijjah tengah malam,” katanya.
Satgas Muzdalifah dipegang oleh Daker Makkah. Tim ini harus mensweeping hotel jamaah haji yang berada di Makkah pada 8 Dzulhijjah.
Selain itu, satgas Muzdalifah juga melakukan pengawasan Maktab. Mereka melakukan pemantauan dan pengawasan layanan kedatangan dan penempatan jamaah di Muzdalifah.
“Juga pengamanan jamaah yang terpisah dari rombongan dan melakukan pemberangkatan jamaah ke Mina,” kata Arsad.
Untuk Satgas Mina, tanggung jawab diberikan kepada tim Daker Madinah. Tim ini di antaranya bertanggung jawab melakukan pengawasan di Maktab. Yaitu melakukan pemantauan dan pengawasan layanan kedatangan, penempatan jamaah di Maktab, dan mengecek fasilitas tenda jamaah.
"Juga melakukan pendistribusian katering dan konsentrasi dalam pemberangkatan jamaah kembali ke Makkah," kata Arsad.
(Arief Setyadi )