MAKKAH - Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Rabiah menjanjikan biaya Masyair yang menjadi pelayanan haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) akan diturunkan bagi jamaah haji Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah tersebut dua hari lalu.
"Saya juga sampaikan biaya Masyair yang terlalu tinggi bagi jamaah Indonesia, pak Menteri Saudi bilang kalau besok jamaahnya bertambah ya Masyair-nya akan berkurang kata beliau begitu," kata Yaqut di Makkah, Rabu (13/7/2022).
Pada tahun ini biaya Masyair naik menjadi Rp1,46 triliun. Untung saja pemerintah dan DPR gerak cepat mencairkan anggaran tersebut sehingga tidak dibebankan ke jamaah haji Indonesia.
Pada pertemuan Menag dan Menteri Haji Saudi juga membahas pelaksanaan haji 2023. Menurut kabar, kuota jamaah haji Indonesia pada tahun depan mencapai 80%.
Pembahasan tersebut menjadi salah satu pembicaraan Menag dan Menteri Saudi saat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji di Armuzna.
"Jadi banyak hal lah yang jadi catatan terutama pelayanan dari pemerintah Saudi walaupun secara umum sudah bagus memberikan pelayanan tapi kan memberi catatan pasti wajar tidak ada yang sempurna," ujar Menag.
Meski demikian, Pemerintah Saudi kata Menag sangat terbuka dengan kritikan pelayanan ibadah haji 2022. Hal ni menjadi penting dan pembelajaran untuk pelaksanaan ibadah haji di tahun mendatang.
"Oleh karena itu saya sampaikan juga kemarin ke pak Menteri Haji Saudi berterima kasih saya atas nama pemerintah Indonesia kepada pemerintah Saudi Arabia karena memberikan pelayanan paling baik," ujarnya.
Untuk pelayanan jamaah haji Indonesia di Armuzna secara umum berjalan dengan baik. Jamaah haji yang sakit masih terkendali maupun jamaah haji wafat juga masih jauh lebih sedikit dari pelaksanaan haji 2019. Namun, ada catatan-catatan yang sudah disampaikan ke Menteri Haji dan Umrah Saudi seperti jumlah toilet yang masih kurang hingga AC yang tidak terlalu dingin di Arafah.
"Dan kita tempo hari sepakat masing-masing akan menunjuk tim dan masing-masing tim akan berbicara dengan waktu secepat-cepatnya untuk mengevaluasi pelayanan ibadah untuk tahun depan," tukasnya.
(Khafid Mardiyansyah)