Mengeluh Biaya Masyair Rp1,46 Triliun, Menag: Kasur Jangan Tipis Kan Bayar Mahal

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 16 Juli 2022 13:27 WIB
Menag Gus Yaqut (Foto: Okezone)
Share :

MAKKAH - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menilai biaya Masyair dalam pelayanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Mina) yang dikeluarkan pemerintah Indonesia Rp1,46 triliun masih belum sesuai harapan.

"Pelayanan di Masyair, jadi biaya yang kita keluarkan kami merasa ya saya sebagai Amirul Hajj sebagai wakil pemerintah di sini, saya merasa bahwa masih belum seimbang nih," kata Menag di Jeddah, Jumat (14/7/2022).

Menag mengatakan, dengan kenaikan biaya Masyair yang sangat signifikan seharusnya pelayanan yang diberikan harus lebih baik. Menag menyinggung soal kasur di Arafah dan Mina, menu makanan hingga luas tenda.

"Kita pemerintah, jamaah berapapun dibayarkan untuk berangkat haji tidak masalah tetapi apa yang dibayarkan harus sesuai. Kasurnya jangan tipis lah kan bayarnya mahal, itu sekali pakai saja enggak bisa dipakai lagi. Tenda yang masih kurang luas," katanya.

Baca juga: Kuota Jamaah Haji RI 2023, Menag: Insya Allah Lebih Banyak

Catatan-catatan ini sudah disampaikan kepada Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Rabiah saat melakukan pertemuan informal belum lama ini. Kedua negara akhirnya sepakat membentuk tim khusus (task force) untuk membahas evaluasi penyelenggaraan haji 2022 serta pembahasan haji 2023 lebih awal.

Baca juga: Menag ke Menteri Haji Saudi: Air Zamzam 5 Liter Kurang

"Saya mengeluh nih, saya bilang begitu bukan jamaah, kalau jamaah semua merasa puas. Saya sampaikan itu kepada menteri haji, yang mengeluh saya, karena dari apa yang kami bayarkan Masyair dan seterusnya itu sayang merasa belum, jadi masih jauh dari ekspektasi saya. Saya bilang begitu ke pak menteri haji dan umrah di sini," katanya.

Menag juga menyoroti soal penambahan toilet perempuan. Menurutnya, jamaah Indonesia mayoritas perempuan dan mereka membutuhkan waktu lama saat di toilet.

"Sehingga toliet di Masyair (Arafah, Muzdalifah, Mina) perlu ditambah," terang Menag.

Namun, dari semua itu, Menag menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi, Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman. Menag yakin Pemerintah Saudi telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada jamaah haji seluruh dunia. Kalau ada kekurangan, itu masih dalam taraf kewajaran.

"Apalagi haji sudah off dua tahun karena pandemi. Banyak model baru juga dalam penyelenggaraannya yang mengarah pada digitalisasi. Jadi banyak penyesuaian-penyesuaian saya kira pemerintah Saudi sudah melaksanakan dengan baik tinggal penyempurnaan saja," tukasnya.

Baca juga: Jamaah Haji Dapat Air Zamzam Tambahan? Menag: Indonesia Berbeda

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya