RI-Malaysia Bahas Kenaikan Biaya Haji, Tak Ingin Dibebankan ke Jamaah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 22 Juli 2022 01:46 WIB
Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief (Foto: MNC Portal)
Share :

MAKKAH - Misi haji Indonesia dan Malaysia membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2022. Salah satu topik yang dibahas mengenai kenaikan biaya haji imbas naiknya biaya Masyair atau pelayanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Kedua negara menggelontorkan dana tambahan demi memberangkatkan jamaah haji tahun ini. Indonesia sendiri membayar kenaikan biaya Masyair sekira Rp1,46 triliun tapi tidak dibebankan kepada jamaah.

Tercatat, kuota haji Indonesia mencapai 100.051 orang dan Malaysia 14.306 orang.

"Kami memperbincangkan tentang prosesi pelaksanaan ibadah haji tahun ini, kita melakukan evaluasi bertukar pikiran, bertukar pendapat dan saling memberikan informasi menyangkut layanan umum terhadap jamaah haji Indonesia dan Malaysia termasuk juga layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia dan Malaysia," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief usai menerima Misi Haji Malaysia di Kantor Daker Makkah, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Jamaah Haji Kehilangan Uang Rp14 Juta di Kamar, Langsung Diganti Manajemen Hotel

Hadir dalam pertemuan ini, Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kepala Daerah Kerja Makkah Mukhammad Khanif hingga pejabat lainnya.

Sementara, Misi Haji Malaysia dipimpin Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman sebagai Ketua Rombongan Misi Haji Malaysia. Sri Sayed juga bersama beberapa pejabat Misi Haji Malaysia lainnya.

Baca juga: Tas Kabin Jamaah Haji RI Diangkut Pakai Truk ke Madinah

"Alhamdulillah ada beberapa isu yang tentu akan kami diskusikan di waktu mendatang antara misi haji Indonesia dan misi Haji Malaysia, yang insya Allah punya komitmen untuk memperbaiki layanan atau service buat jamaah haji di negara masing-masing," kata Hilman.

Sementara Sri Syed mengatakan, dalam pertemuan ini saling bertukar pikiran dan pandangan membahas segala hal dalam pelaksanaan ibadah haji 2022. Nantinya, Indonesia dan Malaysia akan bertemu lagi usai ibadah haji 2022 selesai.

"Kita akan bertemu lagi untuk melihat bagaimana kita boleh bekerja sama dari segi peningkatan lagi perkhidmatan-perkhidmatan kepada para jamaah haji kita dan juga dari segi aspek kesehatan, aspek bimbingan ibadah haji dan juga yang penting yang sekarang ini menjadi satu yang perlu kita memberi tangani dengan baik yaitu dari segi kenaikan cost haji itu sendiri," katanya.

Sri Syed menekankan kenaikan biaya haji ini. Jangan sampai kenaikan biaya haji dibebankan kepada jamaah haji.

"Insyaallah kita telah bersetuju untuk berjumpa lagi untuk kita membincangkan dengan lebih mendalam bagaimana menangani kenaikan cost ini dan supaya tidak membebankan para jamaah haji kita pada tahun-tahun yang akan datang," katanya.

Baca juga: Mengintip Pabrik Air Zamzam di Makkah, Jamaah Haji RI Bakal Kaget Ketahui Rahasia Ini

Indonesia dan Malaysia sepakat kenaikan biaya Masyair memang membuat pelayanan haji 2022 lebih baik tetapi hal tersebut harus diteliti lebih lanjut lagi

"Walau bagaimanapun kami merasakan kita perlu meneliti dengan lebih terperinci berkenaan dengan bayaran yang telah pun kita buat. Di manakah cost itu sebenarnya," ujar Sri Syed.

Diakui Sri Syed, persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun ini cukup mempet. Diharapkan pada tahun depan, pembahasan haji bisa lebih awal lagi sehingga dapat membahas kenaikan biaya haji.

"Mungkin pada tahun apabila kita ada masa yang lebih panjang boleh berbincang dengan lebih terperinci apakah yang harus diberi dalam perkhidmatan yang kita bayar itu nanti," katanya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya