MASJID Imam Abdul Wahab menjadi masjid terbesar di negara Qatar. Tapi ternyata ada masjid lain yang tidak kalah indah, yakni Blue Mosque Katara.
Masjid ini berada di Katara Cultural Village yang menjadi tempat wisata dan dikunjungi oleh ribuan orang setiap harinya, apalagi di masa Piala Dunia 2022.
BACA JUGA:Viral Kakek Penderita Stroke Berusaha Keras Jalan ke Masjid, Netizen: Tiap Langkah Dihitung Pahala
Dirancang oleh Zeynep Fadilloglu dari Turki yang disebut-sebut sebagai wanita arsitek pertama yang berspesialisasi dalam masjid, Blue Mosque Katara menampilkan ubin dan enamel Persia serta Turki dalam nuansa biru dan emas. Ini menampilkan kesan yang begitu kontras dan mencolok dengan bangunan di sekitarnya.
Dengan dekorasi yang terinspirasi oleh Istana Dolmabahce di Kota Istanbul, Turki; menara, kubah, dan mihrab diambil dari masjid-masjid terkenal di seluruh dunia.
BACA JUGA:4 Masjid Bersejarah dan Indah di Solo, Ada yang Perpaduan Jawa Eropa
Bahkan selama Piala Dunia 2022 berlangsung, Blue Mosque Katara menarik lebih banyak wisatawan, khususnya orang asing non-Muslim yang penasaran.
Uniknya, ada sebuah ruang tunggu di dekat masjid yang juga dipasangi papan bertuliskan, "Tanya saya tentang wanita di Qatar."
Terdapat pula sebuah lounge, di mana pengunjung wanita asing dapat duduk dan minum teh dan kopi, serta belajar tentang kehidupan sosial di Qatar oleh sejumlah sukarelawan yang akan menjawab pertanyaan mereka.
Dikutip dari laman The Peninsula, relawan Umm Ahmed mengatakan, "Tujuan mempersiapkan tempat ini di dekat masjid adalah untuk memperkenalkan orang asing pada budaya pakaian, makanan dan minuman, adat istiadat dan tradisi Qatar, dan sebagian besar pertanyaan mereka adalah tentang hubungan sosial keluarga Qatar dan tradisi pernikahan. Pertanyaan sosial mereka sebagian besar tentang kehidupan seorang Muslim berdasarkan nilai-nilai Islam."
Di pintu masuk Blue Mosque Katara, pegawai dan penceramah dari Qatar Guest Center sudah bersiap untuk memperkenalkan Islam kepada Yayasan Amal Idul Fitri yang notabene menerima wisatawan non-Muslim. Mereka juga siap untuk menjawab berbagai macam yang diajukan.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)