JAKARTA - Direktur Bina Haji Kemenag, Arsyad Hidayat menekankan pentingnya tugas petugas dalam melayani jemaah calon haji Indonesia. Menurut Arsyad kepuasaan calhaj akan memengaruhi persepsi terhadap kepuasaan indeks jamaah.
Arsyad menyebut ada tiga hal yang wajib dilakukan oleh petugas terhadap jamaah haji. Pertama senyum, kedua salam dan yang ketiga sapa.
"Dalam kondisi apapun kita harus tersenyum pada jemaah. Apapun kondisinya," kata Arsyad kepada sekitar 492 petugas haji panitia penyelenggara haji Indonesia Arab Saudi, Jumat (19/5).
Arsyad menjelaskan, petugas haji daerah kerja Madinah dan Bandara diberangkatkan terlebih dulu sebelum jemaah keberangkatkan jemaah bukan tanpa alasan. Kemenag, ingin memastikan semua pelayanan sudah siap menyambut dan memberikan pelayanan terhadap tamu Allah.
Karena itu, Arsyad meminta petugas daker bandara dan madinah melakukan langkah langkah taktis untuk check dan richek.
"Meski sudah ada kontrak, kita harus memastikan semua sudah siap. Akomodasi, transportasi, katering dan medis sudah siap. Jika ada kendala segera disampaikan," terang Arsyad.
Arsyad mencontohkan. Petugas akomodasi melakukan pengecekan langsung ke semua hotel tidak lagi sekadar sampling. Petugas katering juga melakukan pemeriksaan dari dapur, peralatan sampai bumbu bumbunya apakah kadaluwarsa atau tidak. Penting juga memastikan hotel hotel bintang 4 ke atas menerima katering dari kita. Karena pernah ada kejadian di Madinah, hotel hotel bintang 4 sampai 5 terkadang menutup akses layanan katering untuk jemaah.
"Jika ada hal hal tidak sesuai harus segera buat laporan supaya segera diperbaiki. untuk penyelesaian dan percepatan penyelesaian. Persiapkan layanan semaksimal. zero kasus. Karena akan menentukan kesan yang bisa berpengaruh pada persepsi jemaah dan memengaruhi indeks persepsi jemaah," pungkas Arsyad.
Penyedia katering daker Madinah bahkan sudah melakukan pembekalan terhadap para juru masak dapur penyedia katering di Daerah Kerja (Daker) Madinah dengan praktik memasak menu jemaah haji Indonesia. Hasil masakan itu kemudian dicoba langsung Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M Subhan Cholid.
"Hari ini saya menyaksikan dan mencoba hasil masakan para juru masak dari 21 Perusahaan yang akan melayani konsumsi jamaah haji Indonesia di Madinah," terang Subhan Cholid di Madinah, Jumat (19/5/2023).
Pelatihan Juru Masak/Chef Perusahaan Penyedia Konsumsi untuk jemaah haji Indonesia di Madinah berlangsung dua hari, 18 - 19 Mei 2023. Dapur katering ini nantinya akan melayani penyediaan makanan bagi jemaah haji Indonesia, baik yang datang ke Madinah pada gelombang pertama maupun kedua.
Pelaksanaan praktik memasak hari ini berlangsung di Dapur Baharr Har. Prosesnya dimulai dari jam 14.00 sampai 16.30 WIB. Setiap dapur diberi waktu 90 menit untuk memasak tiga jenis menu. Setelah proses memasak dan penyajian, dilakukan test terhadap rasa dan tingkat kematangan.
(Fahmi Firdaus )