BANI Israil menyakiti saudaranya Yusuf hingga Allah Subhanahu wa Ta'ala menghukumnya selama 40 tahun hidup penuh dengan kegelisahan, kesulitan, dan tidak mendapat ridho ayahnya Nabi Ya'qub Alaihissallam.
Bani Israil beranggapan bahwa tobat itu mudah dan bisa dilakukan di hari tua. Sehingga, mereka dengan mudah melakukan perbuatan zalim kepada saudaranya, mulai iri dengki, suudzon (prasangka buruk), membuat fitnah, membuat makar pembunuhan, menjual saudaranya sebagai budak, bahkan memukulinya bersama-sama hingga berlumuran darah, lalu setelah itu dibuang ke sumur.
Bani Israil saling menutupi kejadian tersebut dengan penuh drama, tangisan palsu, dan menuduh serigala telah memakan saudaranya Yusuf. Mereka telah dikuasai bisikan setan hingga nafsu amarah mematikan hati dan akal.
Anggapan bahwa tobat itu mudah, tidak bisa mereka lakukan, bahkan dalam waktu 40 tahun lamanya barulah mereka bertobat.
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده.
"Seorang Muslim itu ia yang menyelamatkan orang-orang Muslim dari lisannya dan tangannya." (Hadits Muttafaqun 'alaih)
Lisan dan perbuatan menjadi lambang seorang Muslim, artinya seorang Muslim harus menjaga lisan dan perbuatannya agar tidak menyakiti saudaranya.
Sudah seharusnya seorang Muslim yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata-kata yang baik. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam:
من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadaanallahu wa iyyakum ajma'in. Barokallahu fiikum.
Oleh:
Ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi
(Hantoro)