Kemenag Latih Ratusan Siswa Jadi Edukator Cegah Pernikahan Anak

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 21 Agustus 2026 18:53 WIB
Kemenag RI melatih ratusan siswa madrasah dan sekolah menjadi edukator untuk mendukung pencegahan pernikahan anak.
Share :

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melatih ratusan siswa madrasah dan sekolah menjadi edukator sebaya untuk mendukung pencegahan pernikahan anak. Pembinaan tersebut dilakukan melalui program Peer Educator yang berlangsung sejak 2024 hingga 2026.

Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menyampaikan edukasi kepada teman sebaya mengenai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, khususnya risiko dan dampak pernikahan anak. Mereka mengikuti seleksi dan pembinaan sebelum menjalankan peran sebagai edukator sebaya.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa pendekatan sebaya penting karena remaja cenderung lebih mudah menerima pesan dari teman seusianya. Komunikasi yang setara membuat edukasi lebih mudah dipahami serta membuka ruang bagi remaja untuk membicarakan persoalan yang mereka hadapi.

“Program Peer Educator ini hadir karena kami di Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, meyakini satu hal penting: bahwa suara sebaya sesungguhnya lebih mudah didengar oleh sebaya,” ujar Abu Rokhmad saat kegiatan Peer Educator di Jakarta, dikutip Jumat (21/8/2026).

“Adik-adik tidak hanya akan dibekali dengan pengetahuan tentang bahaya dan risiko pernikahan usia anak, tentang kesehatan reproduksi, tentang hak-hak anak, maupun tentang keterampilan komunikasi dan konseling sebaya,” sambungnya.

Abu Rokhmad meminta para Peer Educator menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya. Mereka diharapkan mampu hadir ketika teman sebaya mengalami tekanan, menghadapi persoalan keluarga, atau mendapat dorongan untuk menikah pada usia yang belum semestinya.

“Jadilah pendengar yang baik bagi teman-teman kalian. Jadilah sahabat yang hadir ketika ada teman yang mulai ragu, yang mulai tertekan oleh keadaan, atau bahkan yang mulai dijodohkan atau diarahkan untuk menikah di usia yang belum semestinya,” tuturnya.

Ia juga meminta para edukator menyampaikan pesan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan remaja. Menurutnya, pembinaan tidak sekadar bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu remaja melihat pilihan dan masa depan yang lebih baik.

 

“Sampaikan dengan bahasa kalian sendiri, dengan cara kalian sendiri, bahwa ada jalan lain, ada masa depan lain, ada pilihan lain yang jauh lebih baik untuk diperjuangkan,” ujarnya.

Kemenag berharap Peer Educator dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekolah dan komunitas remaja.

“Edukator diharapkan meneruskan edukasi mengenai pencegahan pernikahan anak, kesehatan reproduksi, hak anak, serta keterampilan komunikasi kepada teman sebaya,” pungkasnya.

Ratusan siswa tersebut berasal dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Utara. Program tersebut dilanjutkan pada 2026 dengan melibatkan 80 siswa dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kemenag juga menetapkan 90 siswa dari delapan provinsi sebagai Duta Nasional Peer Educator. Mereka menjadi bagian dari jaringan edukator sebaya yang diharapkan dapat memperluas penyampaian pesan pencegahan pernikahan anak melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya