nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Netizen Posting Minuman Segar di Siang Bolong saat Puasa, Jangan Kesal, Mending Kamu Istighfar!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 14:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 06 616 2052109 netizen-posting-minuman-segar-di-siang-bolong-saat-puasa-jangan-kesal-mending-kamu-istighfar-Cn2v0125Pc.jpg Minuman Segar (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

JAM-jam siang bolong menjadi waktunya mereka yang berpuasa beristirahat dari rutinitas. Ada yang memilih tidur di bangku kantor, tidur di masjid, atau juga ngobrol bareng dengan teman.

Sementara itu, beberapa orang lainnya asyik dengan ponsel pintarnya. Scroll-ing media sosial sambil mencari informasi terbaru atau sebatas menghabiskan waktu selepas solat dzuhur.

Nah, kalau Anda yang memutuskan main ponsel di siang bolong saat berpuasa, pasti akan kesal ketika netizen membagikan foto minuman segar dengan gelas yang masih basah karena dinginnya minuman tersebut. Atau ada juga netizen yang membagikan foto minuman yang warnanya sangat menggugah dahaga.

Baca juga :

Menyikapi hal ini tentu Anda penginnya marah. Ya, meski pun Anda juga tahu kalau foto saja tidak kemudian membuat Anda ingin membatalkan puasa. Tapi, emosi itu ada karena Anda sedang menahan haus karena puasa.

Tapi, cara ini tentu tidak dianjurkan agama Islam. Emosi berlebihan sampai marah atau kesal bisa mengurangi pahala puasa. Memangnya Anda mau pahala puasa hilang hanya karena hal sepele seperti ini? Untuk itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam saat merasakan kondisi ini agar memperbanyak istighfar.

Upaya ini diharapkan bisa menjauhkan Anda dari tindakan yang mengurangi pahala puasa dan tentunya agar diri Anda tetap positif. Selain karena alasan tersebut, istighfar juga ternyata membawa manfaat lain. Ya, diterangkan dalam Buku Pintar Sains dalam Alquran: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah karya Dr Nadiah Thayyarah, istighfar ternyata bisa menyembuhkan komplikasi kejiwaan.

Dalam buku tersebut, tertulis bahwasannya Allah berfirman: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun (beristighfar) terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?" (Ali Imran: 135).

Sementara itu, dalam Hadis Riwayat Abu Dawud, Nabi Muhammad bersabda, "Siapa yang terbiasa beristighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari kesempitannya dan kelapangan dari kesedihannya, serta memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Lalu, bagaimana kemudian istighfar ini dikaitkan dengan penyembuhan komplikasi kejiwaan?

Dalam buku ini dijelaskan kalau para ahli jiwa menyatakan, orang-orang yang menderita komplikasi kejiwaan biasanya diakibatkan tekanan batin sejak kanak-kanak atau peristiwa traumatik yang mereka alami. Saat beranjak dewasa, perasaan tertekan ini semakin membesar hingga menyebabkan komplikasi kejiwaan, bahkan dapat menjadi awal dari berbagai penyakit.

Oleh karena itu, para ilmuwan menyimpulkan, tindakan mengakui kesalahan di hadapan orang lain atau menghindari amarah karena perbuatan orang lain dengan istighfar dapat menjernihkan jiwa dan menyembuhkan penyakit.

Kedokteran modern menamakan istilah ini dengan psychoanalysis, yaitu pengakuan seorang pasien tentang masalah-masalah kejiwaannya di hadapan dokter atau psikiater.

Jadi, masih mau marah sama netizen yang share foto minuman segar di siang bolong saat Ramadan?

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini