nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hukum Menonton Tayangan Infotainment Saat Puasa

Solopos.com, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 00:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 19 616 2057702 hukum-menonton-tayangan-infotainment-saat-puasa-gOIzHVTUEL.jpg Ilustrasi menonton tayangan infotaiment

TAYANGAN infotaiment selalu mengoda untuk diikuti. Kabar dan gosip terbaru seputar kehidupan para selebritis selalu menghiasi tayangan tersebut.

Lantas bagaimana hukumnya orang berpuasa menyaksikan tayangan infotaiment yang kental dengan konten gosip? Pasalnya, ghibah alias bergosip dapat mengurangi pahala orang berpuasa.

Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab sebagaimana dikutip dari laman nu.or.id, menyebut orang yang berghibah saat puasa telah melakukan perbuatan maksiat. Meski demikian, puasanya tidak batal.

Pendapat Imam Nawawi senada dengan sejumlah ulama, seperti Imam Malik, Abu Hanifah, dan Ahmad. Namun, berbeda dengan Imam Al Awza’i yang menyebut berghibah membatalkan puasa. Dalam pendapatnya, orang yang berghibah wajib mengganti puasa karena telah batal. Pendapat itu disandarkan pada empat hadis, yaitu:

Pertama, hadis dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak peduli ia telah meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhari).

Kedua, masih hadis dari Abu Hurairah juga, Rasulullah SAW bersabda, “berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan haus saja. Berapa banyak orang yang bangun malam, tidak mendapat pahala kecuali hanya bangun malam.” (HR An-Nasâi dan Ibnu Mâjah dalam sunan keduanya. Imam Al-Hakim dalam Mustadrak-nya berkata, hadis ini sahih atas syarat Imam Bukhari).

Selanjutnya, masih dari Abu Hurairah juga, Rasulullah SAW bersabda, “puasa buka sekadar menahan diri dari makan dan minum saja, puasa adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan keji.” (HR Baihaqi dan Al-Hakim).

Terakhir, pendapat Imam Al Awza’i disandarkan pada hadis yang artinya, “lima hal yang menyebabkan batalnya puasa, yaitu gibah, mengadu domba, berdusta, ciuman, dan sumpah palsu.”

Namun, mayoritas ulama berpendapat keempat hadis di atas menerangkan perkara yang mengurangi kesempurnaan puasa. Bukan hal yang membatalkan puasa. Jadi, ghibah atau menonton tayangan infotainment tidak membatalkan puasa. Namun, kegiatan tersebut mengurangi pahala puasa.

(ful)

Berita Terkait

Puasa Ramadan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini