nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teganya Suami Menggadaikan Istri di Lumajang, Apa Hukumnya dalam Islam?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 19:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 14 614 2066610 teganya-suami-menggadaikan-istri-di-lumajang-apa-hukumnya-dalam-islam-Butna8KBgT.jpg Ilustrasi suami tega gadaikan istri (Foto : Deseretnews)

Kabar menyedihkan datang dari Lumajang, Jawa Timur. Seorang suami menggadaikan istri sahnya demi menutupi utang keluarga sebesar Rp 250 juta.

Informasi ini menyeruak ke publik setelah Polres Lumajang berhasil mengamankan Hori (43) sang suami menggadaikan istri yang berinisial R ke Hartono, penagih utang. Upaya ini Hori lakukan dengan alasan tutup utang sebesar Rp 250 juta.

Hori, R, dan Hartono kini berstatus saksi. Kasus hukum mereka kini menjadi perbincangan hangat masyarakat dan terus bergulir untuk mendapatkan fakta dari masalah yang mungkin terdengar aneh dan sangat tidak masuk akal. Ya, bagaimana mungkin seorang suami tega menggadaikan istrinya pada orang lain.

Terlepas dari kasus hukum yang terus bergulir, Okezone coba menanyakan kasus ini pada Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia Ustadz Fauzan Amin. Menurut dia, apa yang dilakukan Hori pada istrinya, R, adalah perbuatan haram dan sangat tidak patut untuk dicontoh.

"Perbuatan si suami itu haram, dholim, dan biadab!" tegas Ustadz Fauzan melalui pesan singkat, Jumat (14/6/2019).

suami gadaikan istri

Sikap Ustadz Fauzan ini bukan tanpa alasan. Baginya, seorang suami itu sebaiknya menyayangi, mengasihi, dan menggauli istri dengan baik dan bijak. Ini juga sesuai dengan akhlak Rasulullah. Bukan kemudian menjadikan istri sebagai barang yang bisa digadaikan dan kemudian diambil kembali ketika kewajiban sudah dituntaskan.

Dia menambahkan, jika memang si suami tidak punya cara lain selain menggadaikan istrinya, maka Ustadz Fauzan menyarankan agar siapa pu yang punya utang untuk membaca doa ini; 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Artinya, ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Semoga kasus suami menggadaikan istri ini bisa jadi pembelajaran untuk Anda semua dan bisa mengambil hikmahnya. Kasus hukum perkara ini masih terus berjalan dan semoga putusan hakim adalah yang terbaik untuk semua pihak. Amin.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini