MADINAH – Dua jamaah haji asal Embarkasi Surabaya Kloter 01 (SUB 01) dan Batam Kloter 02 (BTH 02) yang mengalami sakit diberangkatkan ke Kota Makkah menggunakan mobil ambulans. Pemberangkatan dilakukan pada Senin 15 Juli 2019.
Dokter di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah Itah Sri Utama mengatakan kedua jamaah haji tersebut dianggap tidak sanggup bersama kloternya berangkat ke Makkah dari Madinah yang membutuhkan waktu empat sampai enam jam perjalanan bus.
Baca juga: 7.388 Jamaah Haji Digeser ke Makkah, Sudah 68.947 Calhaj Tiba di Tanah Suci
Itah mengatakan, jamaah haji yang dievakuasi "harus sudah stabil kondisinya" untuk bisa dievakuasi dengan ambulans ke Makkah. Selain itu, kedua jamaah tersebut juga telah dinyatakan tertinggal oleh kloternya, sebab sudah lebih dulu berangkat ke Makkah.

Kedua jamaah SUB 01 dan BTH 02 diberangkatkan terpisah. Jamaah asal Surabaya dievakuasi pada Senin pagi dengan ambulans karena menjalani operasi kaki. Sedangkan jamaah asal Batam dievakuasi ke Makkah pada Senin malam karena menderita penyakit paru-paru.
Baca juga: Jamaah Haji Gelombang II Sudah Kenakan Ihram di Bandara Embarkasi
"Pemberangkatan (evakusi) jamaah dengan ambulans turut dikawal oleh seorang dokter dan perawat," ujar Itah saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Ia menambahkan, proses evakuasi ini juga dilakukan bekerja sama dengan Tim Bimbingan Ibadah (bimbad) PPIH untuk memastikan jamaah memenuhi syarat dan kewajiban umrah dan haji. Sebelum diberangkatkan, jamaah dipakaikan ihram di KKHI, lalu mendapat bimbingan dari konsultan ibadah.
Konsultan ibadah PPIH Tulus Sastrowijoyo menjelaskan bahwa kedua jamaah tersebut selanjutnya tetap berhenti di Masjid Bir Ali untuk menjalani miqat.
Baca juga: Sopir Bus Diberi Surat Imbauan 3 Bahasa untuk Berhenti di Bir Ali
"Di Bir Ali, petugas bimbad akan datang ke ambulans dan membimbing niat serta bacaan talbiah, lalu langsung menuju Makkah," kata Tulus kepada Tim Media Center Haji (MCH).

Setibanya di Makkah, kedua jamaah haji akan diserahkan ke KKHI dan bimbad setempat. Nantinya akan diputuskan apakah mereka bisa melanjutkan ibadah haji sendiri atau dibadalkan.
Baca juga: Masjidil Haram Gelar Salat Gerhana Bulan
Jika kondisinya masih belum stabil, kedua jamaah haji yang sakit akan menjalani safari wukuf di Padang Arafah. Mereka akan diantar ambulans ke Arafah untuk wukuf yang merupakan rukun haji.
Tulus mengatakan bahwa bimbingan jamaah haji dalam proses evakuasi ini merupakan salah satu upaya dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memastikan kemabruran ibadah haji jamaah Indonesia.
(Hantoro)