Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Haji Khusus Mulai Berangkat ke Tanah Suci

Widi Agustian , Jurnalis-Jum'at, 19 Juli 2019 |13:33 WIB
Jamaah Haji Khusus Mulai Berangkat ke Tanah Suci
Dirjen PHU Kemenag M Nizar melepas jamaah haji khusus di Terminal 3 Bandara Soetta. (Foto: Kemenag.go.id)
A
A
A

JAKARTA – Sebanyak 152 jamaah haji khusus mulai diberangkatkan ke Tanah Suci, Arab Saudi. Jamaah haji khusus tersebut di bawah PT Kharissa Permai Holiday.

Pelepasan dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Muhammad Nizar di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis 18 Juli 2019, pada pukul 20.30 WIB.

Baca juga: Kemenag: Keberangkatan Jamaah Haji Gelombang I Berjalan Lancar 

Hadir dalam kesempatan ini Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, perwakilan Asosiasi Permusyawarakatan Antar-syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI), Senior GM Terminal 3 Bandara Soetta, Kepala Otoritas Bandara Wilayah 1, perwakilan Kepolisian Subsektor Bandara, Kepala Imigrasi kelas I, serta perwakilan PT Angkasa Pura II, serta pimpinan dan jajaran PT Kharissa Permai Holiday.

"Kami berdoa agar jamaah haji diberikan kemudahan dan kekuatan agar dapat melaksanakan syarat dan rukun haji dengan sempurna, sehingga sampai Tanah Air mampu menjadi haji mabrur," kata Nizar saat memberikan sambutan, sebagaimana dikutip dari Kemenag.go.id, Jumat (19/7/2019).

Jamaah haji Indonesia. (Foto: Okezone)

Nizar mengatakan bahwa Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus memiliki tugas serta fungsi pokok dalam penyelenggaraan ibadah haji khusus dari sisi regulasi dan pengawasan. Selanjutnya, Nizar bersama jajaran Kementerian Agama ingin memastikan bahwa jamaah haji benar-benar berangkat ke Tanah Suci dengan nyaman, aman, dan sehat.

Nizar juga menerangkan bahwa pelepasan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi yang diberikan kepada PIHK yang memberangkatkan kloter pertama.

Baca juga: Jamaah Haji Gelombang II Mulai Mendarat 20 Juli 

"Penyampaian apresiasi kami kepada PIHK yang memberangkatkan jamaah haji kloter pertama. Sesuai dengan keutamaan yang ada pada konteks pertama, maka kami berikan apresiasi dengan acara upacara pelepasan ini sekaligus memberikan bekal berupa doa," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Nizar menyampaikan pesan kepada jamaah haji khusus kloter pertama.

"Hal pertama yang harus selalu dijaga adalah jaga niat hati bapak/ibu. Ibadah haji adalah ibadah suci. Jadi perbaiki niat lillahi ta'ala. Kedua, jaga kesehatan. Poin ini penting, terlebih saat berada di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina)," paparnya.

"Ketiga, jaga keindonesiaan sebagai bentuk rasa nasionalisme. Perilaku dan tindakan harus sesuai dengan Indonesia yang dikenal sebagai jamaah haji tertib, rapi, santun, dan memiliki toleransi yang tinggi," terang Nizar yang pernah menjabat sebagai kepala Kanwil Kemenag Yogyakarta itu.

Baca juga: Cara Kemenag Antisipasi Jamaah Haji Kehilangan Selera Makan Selama di Tanah Suci 

Sementara menurut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Muhammad Arfi Hatim, jadwal keberangkatan haji khusus kloter pertama berangkat pada 19 Juli dan kloter terakhir berangkat pada 7 Agustus 2019 yakni dua hari sebelum wukuf.

"Kalau jadwal pemulangan kloter awal akan dilaksanakan pada 16 Agustus 2019 dan pemulangan kloter akhir dijadwalkan pada 1 September 2019," tutur Arfi.

Jamaah haji Indonesia. (Foto: Antara)

Lebih lanjut ia juga memerinci data jamaah haji khusus. "Tahun ini terdapat 16.960 jamaah haji yang akan diberangkatkan. Pemberangkatan jamaah haji khusus akan diurus oleh 270 PIHK (Penyelengara Ibadah Haji Khusus)," lanjut Arfi.

Baca juga: Soal Umrah Digital, Kemenag: Traveloka dan Tokopedia Harus Miliki Provider Visa 

Terkait masa tunggu keberangkatan haji khusus, ia meminta jamaah bersyukur. "Jamaah haji khusus patut bersyukur karena dapat menuju Tanah Suci dikarenakan tidak hanya haji reguler saja yang memiliki masa tunggu, tetapi haji khusus juga memiliki masa tunggu sekitar tujuh tahun," ungkapnya.

Keberangkatan dan kepulangan haji khusus dilakukan di sembilan bandara. Masing-masing adalah Jakarta, Solo, Surabaya, Makassar, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin, Batam, dan Medan.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement