MADINAH – Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menerjunkan dua tim untuk melakukan pemantauan terhadap layanan yang diberikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi selama proses pelaksanaannya di Tanah Suci. Dua tim tersebut akan memantau di dua tempat yakni Makkah dan Madinah.
Inspektur Wilayah I Itjen Kemenag Kusoy mengatakan pihaknya akan berada di Arab Saudi selama 20 hari untuk melakukam pemantauan tersebut.
Pihaknya akan lebih mendalami terkait manasik haji atau tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai rukunnya.
Baca juga: Dirjen Haji Larang Jamaah Haji Kenakan Atribut KBIH
Mereka ingin melihat sejauh mana jamaah memahami manasik haji yang telah diberikan bimbingannya oleh petugas mulai dari Tanah Air hingga Arab Saudi.
"Fokus pengawasan pada pelaksanaan ibadah haji tersebut untuk membantu jamaah mendapatkan keabsahan ibadahnya sesuai tujuan jamaah berangkat ke Tanah Suci," jelas dia, Sabtu (27/7/2019).

Ada lima hal yang menjadi fokus pemantauan Itjen Kemenag selaku aparatur pengawasan intern pemerintah, yakni akomodasi atau pemondokan, transportasi, katering, bimbingan ibadah, dan perlindungan jamaah.
"Pemantauan dilakukan mulai hari ini hingga 20 hari ke depan sampai selesai proses penyelenggaraan ibadah haji," kata Kusoy.
Baca juga: Tenda di Arafah Diberikan Nomor, Begini Mekanismenya!
Pemantauan di Makkah beberapa titik yang akan menjadi fokus pengawasan Itjen Kemenag selain Masjidil Haram adalah kawasan Armuzna yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang menjadi titik paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.
"Dari pemantauan ini Itjen akan memberikan rekomendasi dan masukan untuk perbaikan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan," jelas dia.
(Hantoro)