Empat Hal yang Bisa Merusak Sifat Tawakal, Mengeluh Salah Satunya!

Senin 29 Juli 2019 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 614 2084852 empat-hal-yang-bisa-merusak-sifat-tawakal-mengeluh-salah-satunya-4Dn0X8ipvr.jpg Muslim wajib tawakal usai berusaha (Foto: IB Times)

Tawakal merupakan sikap berpasrah diri dan menyerahkan segala hasil akhir atas segala usaha yang telah kita lakukan kepada Allah SWT. Namun bukan hanya usaha yang jadi syarat tawakal itu sendiri.

 Muslim tawakal

Seperti dilansir website Pondok Pesantren Lirboyo, ternyata masih ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan, agar pahala tawakal kita tidak hilang sia-sia. Bukankah Allah SWT telah berfirman, tawakal adalah sebagian dari sempurnanya iman seseorang?

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan hanya kepada Allah bertawakallah kalian semua, jika kalian semua termasuk orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah:23)

Empat hal yang bisa merusak tawakal antara lain:

1. Mengeluh dan panik

Mengeluh dan panik bisa merusak tawakal. Imam Al-Ghazali mengatakan, “Syarat tawakal adalah kemampuan menjalani dan bersikap sabar.”

Jadi, jangan sampai mulut yang licin tergelincir untuk mengeluh. Bukankah Allah SWT maha kuasa mengabulkan permintaan tiap hamba?

2. Tidak berusaha semaksimal mungkin

Tawakal itu penting, namun berusaha secara maksimal juga penting. Kiranya itu sindiran tegas yang sempat diungkapkan sahabat Umar bin Khattab Ra. “Janganlah seorang pun dari kalian berpangku tangan dan tak bekerja, seraya berdoa, ‘oh Tuhan, berilah aku rizki’. Sedangkan kalian semua tahu jikalau langit tak pernah menurunkan hujan emas dan perak.”

Meskipun berdoa hingga habis usia, belum pernah ada cerita kalau kemudian langit tiba-tiba hujan permata.

3. Memaksa minta dari orang lain

Hal ini pasti bisa menggugurkan sikap tawakal. Syaikh Harowi bahkan menyebut, salah satu derajat luhur dari orang yang bertawakal adalah m ereka yang bertawakal namun tiada meminta apapun kepada insan yang lain.

4. Makan perkara haram

Makan barang haram rupanya bisa merusak pahala tawakal. Ini pernah diutarakan oleh ulama besar dan pemuka Islam pada zamannya, Abdullah bin Mubarak. “Siapa yang makan uang haram, maka bukanlah termasuk orang yang bertawakal.”

"Oleh karena itu marilah kita senantiasa berhati-hati dalam melangkah. Sebab kalau sekedar ibadah, hampir semua orang bisa melakukannya. Tapi hanya ibadah yang berkualitaslah yang kiranya pantas kita persembahkan kepada-Nya," kata Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo, M. Khoirul Wafa menjelaskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini