MADINAH – Jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Tanah Air mencapai 74.058 orang. Mereka berasal dari 182 kelompok terbang (kloter).
Adapun jamaah yang diterbangkan ke Indonesia sudah sebanyak 78.148 orang dari 192 kloter. Mereka berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia.
Demikian dikutip dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (28/8/2019).
Baca juga: Sederet Fakta Eyab di Bandara Madinah, Jamaah Haji Indonesia Paling Diistimewakan
Jamaah yang kembali ke Indonesia masuk gelombang I kepulangan. Mereka telah lebih dulu berada di Madinah untuk melaksanakan ibadah arbain.
Jamaah dipulangkan dari Bandara King Abdulaziz Jeddah. Tidak hanya reguler, jamaah haji yang pulang juga dari haji khusus.
Sementara jamaah haji yang wafat saat ini terdata sebanyak 360 orang.
Baca juga: Jamaah Haji Gelombang II Nikmati Fasilitas Pulang Cepat di Bandara Madinah
Jamaah haji diminta mengurangi kegiatan tiga hari jelang kepulangan ke Tanah Air. Langkah ini demi mencegah kelelahan yang bisa mempengaruhi kesehatan saat akan kembali ke Indonesia.
Demikian diungkapkan Kepala Seksi Kesehatan Bandara Jeddah-Madinah Karmidjono Pontjo. "Mohon untuk jamaah yang akan pulang sebaiknya minimal tiga hari sebelum jadwal kepulangan sudah tidak melakukan aktivitas yang berlebihan," jelas dia.
Ia berharap jamaah haji segera menyelesaikanrangkaian ibadah haji seperti umrah dan tawaf wada bila mengetahui akan segera pulang ke Indonesia.
Usai itu, bila akan melakukan ibadah lainnya dan merasa fisik sudah dalam keadaan lelah, sebaiknya tidak memaksakan diri. Tak harus ke Masjidil Haram, ibadah bisa dilakukan di masjid terdekat dari penginapan.
Baca juga: Masa Tunggu Haji Malaysia 120 Tahun, Singapura 34 Tahun, Indonesia Berapa Lama?
Dia menyebut tubuh yang lelah setidaknya membutuhkan waktu tiga hari untuk kembali pulih. "Me-recovery tubuh setelah pasca-Mina itu minimal tiga hari," dia mencontohkan.
Sebab bila tubuh lelah bisa memicu berbagai penyakit kronis bawaan yang diidap jamaah haji. Seperti diabetes melitus, jantung, dan darah tinggi.
Baca juga: Jelang Kepulangan, Jamaah Haji Jangan Lakukan Aktivitas Berlebihan
Kondisi ini yang kerap ditemukan terhadap jamaah saat tiba di bandara jelang kepulangan. Bila ini terjadi maka jamaah harus masuk perawatan hingga kondisinya memungkinkan untuk dibawa ke Tanah Air.
(Hantoro)