JEDDAH – Jamaah haji Indonesia dari Kelompok Terbang 36 Embarkasi Surabaya (SUB-36) menjadi yang terakhir mendapatkan layanan kepulangan jalur khusus atau Eyab.
Jamaah tersebut terbang pada Rabu 28 Agustus 2019, pukul 22.45 waktu Arab Saudi (WAS), dari South Gate Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Baca juga: Jamaah Haji Terakhir Dipulangkan via Bandara Jeddah pada 1 September
Eyab merupakan layanan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi yang diberikan kepada tiga negara. Selain Indonesia, India dan Malaysia juga menerimanya.
"Itu menandai berakhirnya kloter yang mendapatkan fasilitas di Bandara King Abdulaziz Jeddah," ujar Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arsyad Hidayat.
Baca juga: 74.058 Jamaah Haji Tiba di Indonesia, 360 Wafat di Tanah Suci
Adapun pada tahun ini, Indonesia mendapat jatah 16 kloter dari Embarkasi Jakarta dan Surabaya yang bisa merasakan fasilitas Eyab. Jumlah jamaahnya mencapai 7.000 orang.
Arsyad menilai sejauh ini layanan Eyab sangat memberikan kenyamanan bagi jamaah haji Indonesia.
Mulai ruang tunggu yang tertutup dengan pendingin udara. Ini berbeda dengan kondisi di Terminal Haji, ruang tunggu berada di area terbuka dengan cuaca panas.
Baca juga: Sederet Fakta Eyab di Bandara Madinah, Jamaah Haji Indonesia Paling Diistimewakan
Saat menunggu di Lounge Eyab, jamaah haji juga bisa menikmati berbagai fasilitas. Sajian tampilan kebudayaan, pembagian makanan, hingga Alquran gratis.
Kemudian bisa berbelanja beberapa keperluan oleh-oleh seperti baju, makanan, dan lainnya.
"Ketika masuk ke ruangan ini seperti halnya masuk ke ruangan VIP yang ada di bandara-bandara yang sering kita lihat," tambah dia.
Baca juga: Jamaah Haji Gelombang II Nikmati Fasilitas Pulang Cepat di Bandara Madinah
Arsyad berhatap fasilitas tersebut tetap berlanjut pada masa haji di masa mendatang. Tak hanya 16 kloter, namun juga bisa dinikmati lebih banyak jamaah haji Indonesia.
(Hantoro)