nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertama di Indonesia, Muhammadiyah Bangun Masjid Berteknologi Ramah Lingkungan

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 17:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 17 614 2118293 pertama-di-indonesia-muhammadiyah-bangun-masjid-berteknologi-ramah-lingkungan-D6uRgbCUiy.jpg Grounbreaking Masjid At Tanwir. Foto: dok.Muhammadiyah

JAKARTA – Pusat Dakwah Muhammadiyah bakal menghadirkan masjid ramah lingkungan pertama di Indonesia. Masjid tersebut bernama At Tanwir dan dibangun Komplek Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Groundbreaking pembangunan masjid berteknologi ramah lingkungan itu sudah dilakukan tadi pagi, Kamis (17/10/2019). Groundbreaking tersebut disaksikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla.

Di sela groundbreaking, Ketua Pembangunan Masjid Masjid At Tanwir, Muhadjid Effendy mengatakan rumah ibadah ini menggunakan teknologi ramah lingkungan yang belum pernah digunakan di masjid-masjid lainnya.

“Gedung Go Green dari bangunan ini akan menggunakan sel surya dan resicle air wudhu untuk siram tanaman dan closet. Dengan demikian air yang digunakan di masjid akan super irit,” ujarnya sambil menambahkan, tempat wudhu yang dibangun juga akan menggunakan konsep modern dengan konsep taman kota di lantai satu.

“Konsep ini selain dapat menambah keindahan dan kenyamanan, juga dapat mendukung konsep taman kota yang ada di sekitar masjid,” imbuhnya sebagaimana dilansir dari laman resmi Muhammadiyah.

Inovasi lainnya yang diterapkan di masjid ini adalah lift bertenaga surya. Dengan konsep ini Muhammadiyah telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan di tengah ibukota yang sangat padat.

Sementara penggunaan sarana bangunan untuk lantai 1 akan digunakan untuk taman dan tempat wudhu, lantai 2 dan 3 dijadikan sebai ruang salat laki-laki, sedangkan lantai 4 untuk perempuan. Kemudian lantai 5 dan 6 akan dijadikan Perpustakaan Muhammadiyah, ruang kajian (diskusi), dan ruang pertemuan.

Bangunan be;antai enam tersebut direncanakan akan menghabiskan biaya Rp31 miliar. Diharapkan kebutuhan biaya dapat terpenuhi dari infaq anggota serta umat secara umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini