nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menengok Sejarah Biryani, Nasi Halal Lezat Penuh Rempah India

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 13:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 21 615 2119666 menengok-sejarah-biryani-nasi-halal-lezat-penuh-rempah-india-iswKkzd2dm.jpg Nasi Biryani yang lezat (Foto: Persia Digest)

Pernah mencicipi nasi biryani? Hidangan berupa nasi yang dimasak dengan rempah-rempah, lalu diberi campuran sayuran dan daging kambing ini ternyata memiliki sejarah yang panjang.

Dilansir Okezone dari Images, Senin (21/10/2019), nasi biryani diketahui sudah ada sejak abad ke-18 dan ke-19. Namun menurut sejarahnya, biryani merupakan hasil kreasi Mumtaz Mahal, istri dari Shah Jahan yaitu, raja ke-5 dari Dinasti Mogul di India.

 Mumtaz dan Taj Mahal untuknya

Saking sukanya dengan dunia memasak, konon Mumtaz lah yang pertama kali menciptakan biryani. Kisah briyani sendiri bermula pada masa Mughal memerintah kawasan Lucknow atau yang dulu disebut dengan Awadh.

Kala itu, Wajid Ali Shah yakni Nawab dari Awadh menambahkan potongan kentang ke dalam nasi biryani.

Hasilnya sangat mengejutkan, nasi biryani menjadi lebih kaya karena ternyata kentang merupakan makanan pelengkap yang tepat untuk disajikan bersama daging dan nasi.

Bayangkan bila Wajid Shah tidak mengeluarkan ide brilian ini, olahan nasi biryani tentu akan sangat membosankan.

Nah, terlepas dari kreasi nasi biryani yang kini banyak ragamnya mulai dari, Sindhi Biryani dengan potongan kentang, Memoni Biryani dengan tez masala, hingga Kachay Gosht ki Biryani yang diolah dengan bumbu rempah-rempah tanpa tomat, Lucknow diklaim menjadi tempat lahirnya kuliner tersebut.

Secara harfiah, biryani adalah hidangan tradisional yang dimasak pada momen-momen tertentu seperti perayaan hari besar. Keistimewaan biryani terletak pada aroma rempah-rempah, masala, dan rasa pedasnya yang unik. Setiap regional maupun daerah di India maupun Pakistan memiliki gaya memasak berbeda.

Tidak ada penggunaan air mawar atau kewra, seperti yang biasa digunakan di sebagian besar hidangan Mughlai. Namun, Awadhi Dum Biryani digadang-gadang menjadi cikal bakal nasi biryani yang masih sering kita temui hingga saat ini.

Hidangan tersebut ditemukan pada masa Shuja-ud-Daula. Suksesornya Asaf-ud-Daula yang memerintah pada tahun 1750-an. Ia disebut menghabiskan banyak uang untuk mengolah beragam hidangan lezat karena terpukau dengan kelezatan nasi biryani.

Setidaknya lebih dari 12 lusin dapur di kerajaan dan ratusan koki diminta untuk menyiapkan ratusan makanan. Di sinilah tercipta varietas Awadhi Biryani dari eskperimen panjang para koki berpengalaman.

Satu abad kemudian, Wajid Ali Shah turun dari takhtanya, dan dikirim ke Calcutta oleh kaum imperialis. Rombongannya ternyata membawa serta resep Awadhi Biryani, hingga akhirnya tercipta Calcutta Biryani dengan ciri khas potongan kentang berukuran besar sebagai campuran utamanya.

Tidak ada bukti otentik apakah penggunaan kentang di sini digunakan untuk mengakali kenaikkan harga daging. Pasalnya, pada saat itu, olahan Calcutta Biryani memang didominasi potongan kentang daripada daging kambing.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini