Share

Kisah Mualaf, Makanan Halal Antarkan Pria Jepang Masuk Islam

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 23 614 2120847 kisah-mualaf-makanan-halal-antarkan-pria-jepang-masuk-islam-7nXmp1jFFw.jpg Makanan halal Jepang (Foto: Muslim Guide)

Umat Islam diwajibkan makan makanan halal. Mereka juga dilarang menyantap makanan haram. Hanya makanan dan minuman halal yang diperbolehkan.

Seorang pria Jepang, Kazushige Kobayashi menceritakan kisahnya menjadi seorang mualaf. Pada awalnya ia hanya tertarik dengan konsep makanan halal dan minuman halal. Lalu ia mencari tahu dan menemukan hubungan antara makanan dan minuman halal dengan kesehatan tubuh.

ย Kobayashi

Akhirnya dia mencoba berbagai makanan halal di Jepang dan ternyata menyukainya. โ€œIni ada aplikasi makanan dan minuman halal berbahasa Jepang,โ€ kata Kobayashi.

Ia menunjukkan aplikasi halal gourmet Japan. โ€œShinjuku Gyoeb Ramen Ouke makanan halal milik pengusaha Muslim Jepang,โ€ terangnya.

Seperti dilansir NU Online, Kobayashi mengaku mulai tertarik pada Islam karena konsep makanan dan minuman halal tersebut. Akhirnya makanan halal mengantarkannya membaca kalimat syahadat di Gedung PBNU, Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia membaca dua kalimat syahadat dibimbing Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Ia mengaku tak ada paksaan dari siapa pun atas niatnya menjadi mualaf.

Kiai Said usai menuntun Kobayashi mengucapkan dua kalimat syahadat, lalu menambahkan Abdullah untuk nama depannya. Kini ia bernama Abdullah Kazushige Kobayashi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kiai Said menjelaskan, Islam adalah agama damai dan mengajarkan kedamaian. Agama selamat dan menyelamatkan.

"Orang itu adalah orang yang saya selamat dan orang lain selamat, orang Islam menyelamatkan lingkungannya, menyelamatkan sekitarnya. Kalau ada orang Islam yang membuat orang lain ketakutan, itu bukan orang Islam," tegasnya.

Islam berasal dari kata salamatun, artinya selamat dan menyelamatkan atau Islam berasal dari kata taslim, artinya menyerahkan diri kepada Allah secara total.

"Islam itu membawa misi membawa perdamaian dan penyerahan diri secara total kepada Tuhan," pungkas Kiai Said.

Kobayashi merupakan pria kelahiran 1984 di Distrik Shizuoka, Jepang. Keluarganya mengetahui ia akan memeluk agama Islam dan mereka mengizinkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini