nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Mengingatkan Kematian ke Sesama Muslim

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 21:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 330 2127098 pentingnya-mengingatkan-kematian-ke-sesama-muslim-IcbFyTkuH6.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

SETIAP makhluk hidup pasti akan mengalami kematian, dan terkadang manusia terlena dengan kenikmatan dunia sehingga ia lupa bahwa hidupnya tidak akan berlangsung lama.

Lalu apakah saling mengingatkan akan kematian itu jadi penting? Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Masjid Agung Sunda Kelapa Ustadz Agustin Amirudin mengatakan, setiap orang dianjurkan untuk mengingatkan adanya kematian kepada sesama Muslim.

"Sebenaranya setiap orang berkewajiban untuk mengingatkan akan kematian. Hukumnya boleh," katanya kepada Okezone, Rabu (6/11/2019).

Ia juga menambahkan bahwa mengingatkan kematian adalah bagian dari nasihat, dan seharusnya tanpa diingatkan pun masing-masing orang akan menyadarinya. Sebagaimana yang dinyatakan Rasullullah SAW:

كفى بالموت واعظة

"Cukuplah kematian itu menjadi nasihat"

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Saling menasihati merupakan kewajiban seorang Muslim, begitupun menyadarkan tentang akan datangnya kematian. "Jadi, terhadap peristiwa yang setiap orang pasti mengalaminya, saya pikir, tanpa dinasehati pun orang akan mudah menyadarinya. Memang nasehat menasehati itu kewajiban sesama Muslim," terangnya.

Ustadz Agus juga mengingatkan bahwa menyadarkan orang dengan adanya kematian harus melalui cara yang halus serta tidak menggurui orang yang akan diingatkan tersebut, dan tanpa mempermalukannya.

"Tetapi Rasulullah juga memberikan nasihat kepada kita dalam hal memberikan nasihat itu hendaknya dengan cara hikmah dan ihsan. Misalnya, menasehati dengan tidak menggurui, tidak di hadapan umum, dengan bahasa lembut dan sopan, tidak mencari-cari kesalahan dan mempermalukan," pungkasnya.

Sementara itu beberapa ayat Alquran juga mengingatkan kita terhadap kematian. Di antaranya:

Ali Imran Ayat 145

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Wa mā kāna linafsin an tamụta illā bi`iżnillāhi kitābam mu`ajjalā, wa may yurid ṡawābad-dun-yā nu`tihī min-hā, wa may yurid ṡawābal-ākhirati nu`tihī min-hā, wa sanajzisy-syākirīn

Artinya: "Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur"

Al An’am Ayat 61

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Wa huwal-qāhiru fauqa 'ibādihī wa yursilu 'alaikum ḥafaẓah, ḥattā iżā jā`a aḥadakumul-mautu tawaffat-hu rusulunā wa hum lā yufarriṭụn

Artinya: "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya"

Al Jumu’ah Ayat 8

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Qul innal-mautallażī tafirrụna min-hu fa innahụ mulāqīkum ṡumma turaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn

Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini