nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maulid Nabi, Menengok Masjid Nabawi yang Dibangun Rasulullah 1441 Tahun Silam

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 13:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 07 614 2126869 maulid-nabi-menengok-masjid-nabawi-yang-dibangun-rasulullah-1441-tahun-silam-a06H553dwW.jpg Masjid Nabawi. Foto: Getty Images (Diambil dari BBC)

ADA banyak peninggalan Rasululullah yang patut diulas pada momen Maulid Nabi seperti sekarang. Salah satunya adalah Masjid Nabawi, tempat yang banyak dituju oleh umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Ya, Masjid Nabawi merupakan rumah ibadah yang didirikan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW di pusat kota Madinah, Arab Saudi, pada tahun pertama setelah hijrah. Ini adalah masjid ketiga yang dibangun dalam sejarah Islam dan kini menjadi salah satu masjid terbesar di dunia.

Fakta berikutnya, Al-Masjid Al-Nabawis atau Masjid Nabawi adalah tempat ibadah kedua yang dibangun di Madinah. Masjid pertama adalah Quba, kata Safiurrahman Al-Mubakarakfuri dalam buku tentang biografi Nabi Muhammad, "The Sealed Nectar".

Dilansir dari BBC News pada Rabu (7/11/2019), Masjid Nabawi juga dikenal sebagai tempat paling suci kedua bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Makah

Masjid ini pertama kali dipasangi listrik pada 1909 bersamaan dengan pemasangan lampu di Semenanjung Arab, menurut Sultan Ghalib Al Quaiti, dalam bukunya, "Kota-Kota Suci, Perjalanan Ibadah dan Dunia Islam".

Masjid Nabawi. Foto: Getty Images (Diambil dari BBC)

Pahala salat di Masjid Nabawi 1.000 kali lipat dibandingkan dengan di masjid lain - kecuali di Masjidil Haram di Mekah.

Makam Nabi Muhammad dan dua sahabat Abubakar dan Umar serta rumah-rumah istri nabi dan juga Raudhah - tempat yang diyakini sebagai taman surga- dipadukan di dalam Masjid Nabawi melalui perluasan yang dilakukan berabad-abad.

Menurut hadits Al-Bukhari dari Abu Huraira, Nabi Muhammad pernah bersabda, "Antara rumahku dan mimbar adalah taman surga."

Kini Raudhah atau taman potongan dari surga itu sudah berada pula di dalam kompleks masjid.

Masjid ini pada awalnya dibangun di samping rumah Nabi Muhammad pada tahun 632, 1441 tahun lalu, dan telah melaui berbagai perencanaan dan perluasan selama lebih dari 1.400 tahun.

Perluasan terbesar diperintahkan oleh almarhum Raja Abdullah dan masih berlangsung sampai sekarang.

Setelah perluasan selesai, masjid diharapkan dapat menampung sekitar 1,8 juta jamaah.

Raja Saudi adalah penjaga Masjid Nabawi dan juga Masjidil Haram, tempat suci utama umat Islam.

Salah satu masjid terbesar di dunia ini dibangun dengan dekorasi megah dan dilengkapi dengan teknologi canggih. Arab Saudi menghabiskan miliaran riyal dalam perluasan ini.

Kunjungan ke masjid ini merupakan bagian dari ibadah haji dan umrah namun sebagian besar jamaah selalu ingin berziarah ke makam Nabi Muhammad.

Kapasitas

Luas masjid pada awalnya hanya sekitar 30x35 meter, menurut Zafar Bangash, dalam buku "Sejarah Masjid Nabawi dan Kubah Hijau" yang diterbitkan dalam majalah bulanan Institute of Contemporary Islamic Thought (ICIT).

Perluasan dilakukan beberapa kali untuk menampung jemaah. Profesor Dr Spahic Omer, dalam makalahnya yang berjudul "Nabi Muhammad SAW dan urbanisasi Madinah" mengatakan masjid itu kini sekitar 100 kali lebih besar dari ukuran asli dan lokasinya mencakup hampir semua kawasan kota tua Madinah.

Spahic mengatakan pagar masjid kini berbatasan dengan pemakaman Janatul Baqi, pemakaman yang pada masa Nabi hidup terletak di pinggiran kota Madinah.

Perluasan yang diperintahkan Raja Abdullah pada 2012 akan dapat menampung sekitar dua juta jemaah.

Menteri Keuangan Saudi Ibrahim Al-Assaf, mengatakan gedung masjid mencakup luas 1.060 x 580 meter, dan termasuk pelataran mencapai 1.300 x 785 meter, dengan kapasitas satu juta jemaah di dalam dan 800.000 di pelataran masjid.

Arab News melaporkan, mengutip juru bicara masjid Sheikh Abdulwahed Al-hattab yang mengatakan bahwa Raja Abdullah meminta pemasangan 250 payung otomatis di area sekitar 143.000 meter untuk melindungi jamaah dari sinar matahari atau hujan.

Sheikh Hatab mengatakan lebih dari 3.200 orang bekerja untuk membersihkan masjid.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini