nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muhammadiyah Sebut Pembicaraan Isu Radikalisme Melebihi Dosis

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 16:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 614 2126977 muhammadiyah-sebut-pembicaraan-isu-radikalisme-melebihi-dosis-SGVUTGVh0M.jpg Pembicaraan isu radikalisme dinilai over dosis (Foto: Asia Philantrophy)

Isu radikalisme gencar dibicarakan akhir-akhir ini. Bahkan Menteri Agama Fahcrul Razi sampai mewacanakan pelarangan pemakaian celana cingkrang dan cadar di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, ia berharap kepada masyarakat, pemerintah hingga media agar lebih membatasi isu radikalisme karena dinilai sudah melebihi batas.

 Radikalisme

"Mengingat masalah-masalah yang dihadapi bangsa ini sangat banyak, maka kita mengharap kepada pihak pemerintah dan media agar mengurangi dosis pembicaraan tentang radikalisme karena apa yang ada selama ini terasa sudah melebihi dosis dan proporsinya," katanya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (7/11/2019).

Anwar mengatakan, perlunya pembatasan pembahasan isu radikalisme bukan berarti menganggap enteng masalah tersebut. Namun menurutnya, masih banyak persoalan lain yang lebih penting untuk dibahas, diperhatikan, dan dituntaskan.

Beberapa kasus yang lebih penting untuk diutamakan seperti masalah bencana alam, perekonomian, hingga pendidikan. Semua itu sangat berpengaruh besar terhadap kesejahteraan bangsa Indonesia.

"Ini bukan berarti bahwa masalah radikalisme tidak penting dan tidak berbahaya bagi masa depan bangsa, tapi persoalan yang dihadapi bangsa ini tidak hanya masalah radikalisme," kata Anwar.

Menurut Anwar, masih banyak persoalan lain yang harus diperhatikan dan dipikirkan yang dampak dan bencana serta malapetaka yang akan ditimbulkan tidak kalah besar.

"Bahkan masalah ini bisa lebih dahsyat kalau tidak bisa direspon dan diantisipasi secara serius dan sungguh-sungguh. Baik dalam bidang ekonomi, politik dan pendidikan," paparnya.

Oleh karena itu, sebagai perwakilan dari PP Muhammadiyah Anwar menyarankan, supaya semua pihak lebih bersikap rasional dan proporsional dalam menyikapi soal isu radikalisme ini.

Anwar juga menambahkan, lebih baik semua pihak bersikap cerdas, realistis serta mengedepankan rasa kebersamaan. Dengan menjalankan itu semua, maka kehidupan dalam berbangsa dan beragama akan lebih damai.

"Hadapi semuanya secara cerdas dan realistis dengan mengedepankan rasa kebersamaan dan keadilan karena dengan cara itulah kita yakin bangsa ini akan bisa survive, maju dan berkembang di mana rakyat akan bisa hidup dengan aman, tentram dan damai serta bahagia," pungkas Anwar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini