nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disinggung Pelarangan Cadar dan Celana Cingkrang, Menag Tegaskan Hanya untuk ASN

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 18:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 07 614 2127062 disinggung-pelarangan-cadar-dan-celana-cingkrang-menag-tegaskan-hanya-untuk-asn-jUTsY3chy2.jpg Larangan memakai cadar (Foto: Inst)

Dalam rapat anggota Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, ia disinggung tentang pelarangan cadar dan celana cingkrang yang menuai kontroversi. Sebab masih banyak orang yang mengenakan cadar dan celana cingkrang.

Pada kesempatan tersebut, Menag Fachrul Razi mengatakan, aturan soal cadar dan celana cingkrang hanya ditujukan untuk para aparatur sipil negara (ASN). Konteksnya adalah rencana menerbitkan aturan terkait seragam di wilayah instansi pemerintah.

 Menag Fachrul Razi

"Saya kira, kalau aturan kepegawaian, sudah semestinya dipatuhi oleh seluruh aparatur, termasuk soal seragam. Nah, ini yang diwacanakan akan diterbitkan," papar Menag Fachrul Razi dalam keterangan persnya, Kamis (7/11/2019).

Menag Fachrul Razi berharap diskursus radikalisme tidak berbuntut panjang. Kemenag akan melangkah ke depan untuk terus melakukan perbaikan.

Antara lain dengan peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama, serta kualitas layanan haji dan sertifikasi halal.

Ia juga menjelaskan, sejak awal ia memang tidak bermaksud masuk pada wilayah keyakinan yang bersifat pribadi dan privasi, yakni berupa pengamalan ajaran agama. Menurutnya, radikalisme yang disampaikan itu dalam konteks politik, menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.

"Saya sejak awal memang tidak ingin masuk pada wilayah keyakinan dan pengamalan keagamaan seseorang. Itu bagian dari hak asasi. Konteks radikalisme yang saya sampaikan, lebih pada menggugah perhatian kita semua untuk bersama menjaga keamanan dan keutuhan NKRI," terang Menag Fachrul Razi.

Ia mengatakan, dalam konteks politik tentu dipenuhi oleh banyak faktor. Selain agama, radikalisme juga bisa terkait dengan liberalisme, ekonomi dan faktor lainnya. Jadi tidak hanya faktor agama saja.

"Hanya karena Menteri Agama, bicaranya pada wilayah keagamaan. Untuk membedakan, mungkin ke depan kita akan gunakan istilah penguatan moderasi beragama," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini