nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Lelaki Tua yang Berdiri di Sepanjang Peringatan Maulid Nabi

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 07:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 09 614 2127655 kisah-lelaki-tua-yang-berdiri-di-sepanjang-peringatan-maulid-nabi-UXxjRS7z7g.jpg Maulid Nabi (Foto:Dawoodi Bohras)

Suatu ketika Sayyid Alawi Al-Maliki menceritakan bahwa ayahnya Sayyid Abbas Al-Maliki, pernah berada di Baitul Maqdis untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi pada malam ‘Ied Milad An-Nabawi. Lalu dibacakanlah Maulid Al-Baryzanji di sana.

Saat itu, Sayyid Abbas melihat seorang lelaki tua beruban yang berdiri dengan khidmat sepanjang acara Maulid Nabi dengan penuh adab mulai dari awal sampai acara selesai. Ia heran, lalu bertanya padanya mengapa berdiri sedemikian lama sementara usianya sudah tua.

 Kelahiran Nabi jadi rahmat semesta alam

Lelaki tua itu bercerita bahwa dulu ia tidak mau berdiri pada acara peringatan Maulid Nabi. Ia yakin peringatan Maulid Nabi merupakan bid’ah sayyi’ah (bid’ah yang buruk).

Namun suatu malam ia bermimpi dalam tidurnya. Dia bersama sekelompok orang yang bersiap-siap menunggu kedatangan Nabi Muhammad SAW.

Saat cahaya wajah Nabi Muhammad laksana bulan purnama itu muncul, sekelompok orang itu bangkit dengan berdiri menyambut kehadiran Rasulullah SAW.

Sungguh tak disangka, ia tiba-tiba tidak mampu bangkit, bahkan Lumpuh. Hanya dia. Rasullullah SAW lalu bersabda kepadanya, “Kamu tidak akan bisa berdiri.”

Ia kemudian bangun dari tidurnya. Betapa sedihnya hatinya, ternyata ia bangun tidur dalam keadaan duduk dan lumpuh, tak mampu berdiri. Berbulan-bulan ia menderita.

Seperti dilansir website Pondok Pesantren Lirboyo, kemudian ia bernazar jika Allah menyembuhkan sakitnya ini, ia akan berdiri mulai awal pembacaan Maulid Nabi sampai akhir bacaan.

Sebuah keajaiban, tak berapa lama kemudian Allah menyembuhkannya. Maka ia pun selalu berdiri mulai awal pembacaan Maulid Nabi sampai akhir bacaan untuk memenuhi nazarnya karena mengagungkan Rasulullah Saw.

Kisah ini bersumber pada Kitab Al-Hadyut taamm fii Mawaaridil Maulidinnabawiyyi Wa Maa I’tiida Fiihi Minal Qiyaam karya Sayyid Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki Al-Makki (1287 H – 1367 H).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini