Share

Mengunjungi Pameran Kisah-Kisah Muslim di Chicago, Madinahnya Amerika

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 11 November 2019 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 614 2128191 mengunjungi-pameran-kisah-kisah-muslim-di-chicago-madinahnya-amerika-euCHc1H26m.jpg Ilustrasi. Foto: AP (Diambil dari VoA)

HIDUP sebagai minoritas tentu penuh tantangan. Hal itu pula yang dialami Muslim di Chicago, Amerika Serikat.

Ada banyak hal yang dialami Muslim di Chicago tersebut yang patut dipetik hikmahnya oleh seluruh umat Islam di dunia. Oleh karena itu kisah-kisah mereka pun dipamerkan dalam ajang “American Medina: Stories of Muslim Chicago” beberapa waktu lalu.

Dilansir dari VoA pada Senin (11/11/2019), tujuan pameran ini, sebagaimana disampaikan pihak museum, adalah merekam berbagai kisah dan pengalaman hidup Muslim di Chicago.

Rekaman itu diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai komunitas Muslim yang hidup di kota Chicago dan pinggirannya, menghormati pengalaman setiap individu dengan memastikan kisah-kisah pribadi mereka akan tersimpan baik-baik untuk generasi mendatang.

Ilustrasi. Foto: Reuters

Puluhan objek yang berasal dari individu maupun organisasi setempat, meluaskan wawasan pengunjung pameran mengenai bagaimana dan mengapa Chicago dikenal sebagai American Medina, atau Madinahnya Amerika.

Melalui wawancara, pameran ini menggali sejarah sebagian komunitas Muslim pertama serta kisah-kisah generasi berikutnya yang menjadikan Chicago sebagai rumah mereka selama 120 tahun terakhir. Sekarang ini ada ribuan Muslim di Chicago.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pameran itu juga memberi informasi berupa perkenalan dasar mengenai Islam bagi warga non-Muslim Chicago.

Pameran ini juga mengaitkan kisah-kisah Muslim itu dengan cerita mengenai Chicago sendiri. Para pengunjung dapat mendengarkan kisah pribadi mereka, dilengkapi berbagai peraga, seperti sajadah yang berasal dari berbagai komunitas Muslim di kota itu, peta, foto-foto, video, berbagai berkas yang mendokumentasikan pengalaman para mualaf, karya seni dan berbagai benda yang digunakan sehari-hari, yang menjelaskan perjalanan hidup mereka.

Di antaranya, skarf yang dikenakan Aminatu El-Mohammad-Toheed Lawal, pengemudi bus kota yang menunggu enam bulan sebelum mendapat izin mengenakan hijabnya saat bekerja.

Salah satu contoh kisah yang dipamerkan adalah perjalan hijrah Andrea Ortez, seorang mualaf mengemukakan bagaimana ia tidak merasa kehilangan sesuatu, seperti tidak lagi makan babi.

Kemudian ada juga kisah Hysni Selenica, rohaniwan Muslim senior di kepolisian Chicago yang bercerita tentang keluarganya, keturunan imigran Albania, yang memiliki agama berbeda-beda.

Sementara di sisi lain, suatu sorban Sufi yang dibuat Umar Northern turut dipamerkan. Umar adalah satu dari dua orang di dunia yang membuat sorban semacam itu.

“Dalam Islam ada tradisi yang menyebutkan, ‘tinggalkan perang kecil, yakni berperang melawan orang lain, untuk melakukan perang besar, yakni berperang melawan diri sendiri.’ Itulah yang diwakili sorban ni. Sorban mewakili perang di dalam diri bukan hanya untuk menjadi orang yang benar, tetapi juga untuk belajar dan berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia," ucap Umar Northern.

Northern menjelaskan sorbannya dirancang seperti yang dikenakan Nabi Muhammad SAW. Meskipun hanya perlu satu atau dua jam untuk membuatnya, Northern mengatakan menciptakan sorban-sorban unik bagi masjid komunitasnya, di Masjid Al-Hafeez, telah membantunya memelihara iman yang ia anut selama 22 tahun.

Pada salah satu kawasan lain di pameran itu, terpampang pula foto-foto serta berbagai arsip dan artefak yang mendokumentasikan Islamofobia dan rasisme anti-Muslim di seluruh dunia, termasuk di kawasan Chicago.

Menurut Peter Alter, sebagaimana dimuat dalam artikel di Wisconsin Muslim Journal, pameran ini melacak enam momen yang menurut sejarawan itu penting bagi Chicago maupun Muslim di seluruh dunia. Di antaranya imigran Bosnia mendirikan Muslim Mutual Aid Association and Benevolent Society pada tahun 1906, organisasi Muslim tertua yang masih eksis di AS.

Pameran ini disiapkan selama tiga tahun lebih. Mulai dari riset, merekam sejarah lisan dari warga Muslim Chicago.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini