nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Enam Indikasi Hewan yang Haram bagi Islam

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 14:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 614 2130291 enam-indikasi-hewan-yang-haram-bagi-islam-ncfIHL4lYQ.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

KETUA Komite Syariah World Halal Food Council (WHFC) Asrorun Niam Sholeh mengatakan ada enam indikasi tentang hewan yang haram bagi Islam, di samping disebutkan oleh dalil nash seperti babi. Satu di antaranya indikasi itu yakni binatang yang masuk kategori kotor (khabits).

“Setidaknya ada enam indikasi yang membuat hewan itu haram dimakan, yaitu karena masuk kategori kotor (khabits), membahayakan (dhārrah), hewan yang diperintahkan untuk dibunuh, dilarang untuk dibunuh, sebagai hewan buas yang bertaring, berkuku tajam untuk memangsa, serta hewan yang mayoritas makannya barang najis dan kotor,” ujarnya dalam sidang pleno WHFC beberapa waktu lalu.

Asroun mengatakan enam indikasi di atas menjadi standar menentukan hewan halal. Standar ini juga menjadi acuan bagi lembaga sertifikasi halal dunia dalam menentukan hewan yang boleh dimakan atau tidak.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Kemudian jika sudah terindentifikasi jenis hewannya apakah masuk kategori boleh dimakan atau disebut sebagai ma’kul al-lahm, maka harus dipastikan persyaratan berikutnya, yaitu proses penyembelihan dan pengolahannya sesuai aturan Islam.

“Kaidahnya, daging hewan yang halal dikonsumsi itu, belum boleh dikonsumsi selama belum ada kejelasan tentang proses penyembelihan dan pengolahannya. Dalam konteks bisnis produk pangan, di sinilah urgensi pemeriksaan, auditing, dan sertifikasi halal, guna memberikan jaminan kepada konsumen akan kehalalan produk,” ucap Asrorun.

“Standar penetapan hewan halal ini penting untuk dijadikan panduan, agar ada keseragaman parameter dalam proses penetapan fatwa, terutama jika terkait dengan produk berbahan hewani dan turunannya,” tambah Asrorun.

Sementara itu WHFC adalah wadah berhimpun lembaga sertifikasi halal dunia yang keanggotaannya berasal dari seluruh negara di dunia. Hingga kini, anggota WHFC berjumlah 65 delegasi dari 26 negara.

Sebanyak 48 Lembaga Halal Dunia dari 26 negara yang tergabung dalam WHFC berkumpul di Jakarta pada Rabu-Jumat (13-15/11/2019) untuk melaksanakan pertemuan tahunan.

Pertemuan ini ditujukan untuk mengevaluasi program selama satu tahun dan membahas berbagai masalah kontemporer terkait produk halal global. Pembahasan ini merupakan rekomendasi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan di Australia, Italia, dan Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini