nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nabi Sulaiman Bersyukur Mampu Pahami Bahasa Binatang

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 19:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 29 614 2136156 nabi-sulaiman-bersyukur-mampu-pahami-bahasa-binatang-ItHhPeNgJ9.jpg Bahasa semut (Foto: Pixabay)

Nabi Sulaiman memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Selain menjadi seorang nabi, beliau merupakan rasul sekaligus raja penguasa dunia.

 raja

Sebagai seorang raja, Nabi Sulaiman juga diberi oleh Allah SWT ilmu. Pada awal Surat An-Naml ayat 15 Allah SWT menyatakan “Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman.”

Di samping dikaruniai ilmu pemerintahan, Nabi Sulaimana juga diberi karunia oleh Allah SWT banyak kelebihan. Salah satunya adalah memahami bahasa burung sehingga burung-burung bisa dimanfaatkan oleh Nabi Sulaiman untuk beberapa keperluan, seperti mengantar surat-surat, memata-matai musuh dan tugas-tugas lainnya yang memungkinkan.

Seperti dilansir Suara Muhammadiyah, burung pun masuk dalam barisan tentara Sulaimanan di samping balatentara manusia dan bangsa jin.

Sulaimanpun diberi anugerah oleh Allah SWT untuk dapat mendengar dan mengerti pembicaraan semut. Allah SWT berfirman:

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوۡاْ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمۡلِ قَالَتۡ نَمۡلَةٞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمۡلُ ٱدۡخُلُواْ مَسَٰكِنَكُمۡ لَا يَحۡطِمَنَّكُمۡ سُلَيۡمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ١٨ فَتَبَسَّمَ ضَاحِكٗا مِّن قَوۡلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ ١٩

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah (ratu) semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu, dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S.An-Naml 27: 18-19)

Dalam suatu perjalanan dengan pasukannya, sampailah Sulaiman di sebuah lembah. Rupanya di lembah itu banyak semut yang sedang keluar dari sarangnya untuk mencari dan mengumpulkan makanan.

Jika seekor semut menemukan makanan, dia akan ambil sebagian makanan itu lalu membawanya menuju sarangnya. Dalam perjalanan setiap berjumpa dengan temannya, semut tersebut akan memberi tahu temannya bahwa ada makanan yang dapat diambil.

Lalu dalam waktu singkat semut-semut sudah mengerumuni makanan tersebut dan membawanya untuk disimpan dalam lobang yang berfungsi sebagai sarang dan sekaligus gudang makanan mereka.

Seekor semut betina (dalam ayat disebut namlah) mengetahui akan kedatangan Sulaiman dan balatentaranya. Ayat ini mengisyaratkan bahwa semut betina itu adalah pemimpin atau ratunya.

Insting ratu semut menyadari bahaya yang akan menimpa mereka apabila terinjak oleh sepatu para pasukan Raja Sulaiman. Oleh sebab itu segera saja ratu semut memberi komando kepada anak buahnya untuk secepatnya masuk kedalam sarang untuk menyelamatkan diri.

"Kalau kalian tidak segera masuk ke dalam sarang, tentu bala tentara Sulaiman akan menginjak kalian tanpa mereka sadari," ujar ratu semut.

Kita bisa membayangkan betapa lemahnya semut-semut itu berhadapan dengan bala tentara Raja Sulaiman yang begitu banyaknya. Satu kaki saja menginjak semut-semut tersebut, barangkali tidak hanya puluhan, bahkan bisa ratusan semut langsung mati.

Jika manusia ingin menghancurkan mereka, semut-semut itu tidak akan bisa selamat sekalipun masuk ke dalam sarang-sarangnya. Manusia dengan mudah akan menghancurkan semut-semut itu dengan sarang-sarangnya sekalian.

Nabi Sulaiman yang diberi anugerah oleh Allah SWT ilmu dapat mendengar dan memahami bahasa semut. Beliau tersenyum dan tertawa. Barangkali membayangkan kekhawatiran dan ketakutan semut-semut itulah Nabi Sulaiman tersenyum dan tertawa.

Sebagai Nabi dan Rasul Allah tentu Sulaiman tidak akan berbuat zalim kepada semut-semut itu. Selain itu tidak ada perlunya juga Sulaiman dan bala tentaranya menghancurkan semut-semut itu.

Namun benar yang dikatakan semut, jika mereka menginjaknya, tentu dilakukan tidak dengan sengaja untuk membunuh semut-semut tersebut.

Dalam mementum itulah Nabi Sulaiman merasa sangat besar nikmat yang diberikan Allah SWT kepada dirinya dan kedua ibu bapaknya. Nabi Sulaiman sangat khawatir apabila dia tidak mensyukuri semuanya itu. Oleh sebab itu segera dia memohon kepada Allah SWT:

رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini