nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menengok Kompleks Syariah di Bekasi, Warga Laki-Laki Wajib Salat di Masjid

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 12:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 614 2136860 menengok-kompleks-syariah-di-bekasi-warga-laki-laki-wajib-salat-di-masjid-cVpcPeIMBC.jpg Masjid perumahan syariah, Thoyibah. Foto: Vice

BAGI Muslim, menjalankan syariat Islam itu patut dilakukan. Sebagian kelompok menerapkan aturan ini secara ketat, seperti wajib mengenakan pakaian yang menutup aurat, hingga mewujudkan perumahaan berbasis syariah.

Contohnya seperti di wilayah Bekasi, Jawa Barat, terdapat perumahan syariah yang dikhususkan bagi para Muslim. Perumahan Thoyibah namanya, di mana di kawasan ini hanya dihuni oleh mereka yang menjalankan syariat.

Herman Jaelani salah satunya, ia ada orang pertama yang menempati hunian tersebut, dan saat ini sekaligus menjabat sebagai Kepala Lingkungan Muslim Thoyibah.

Herman mengatakan, ia dan warga lainnya yang tinggal di perumahan tersebut sangat terbuka untuk masyarakat luar. Namun yang disayangkan, katanya, banyak yang beranggapan lain tentang warga perumahan ini.

Masjid perumahan syariah, Thoyibah. Foto: Vice

"Kami hidup damai dan terbuka dengan penghuni lain. Tapi kadang-kadang orang luar tidak punya sopan santun dan datang sesuka mereka," ucap seperti dilansir dari laman Vice pada Senin (12/2/2019).

Lingkungan Thoyibah terletak jauh dari keramaian dan hiruk pikuk Kota Jakarta, tepatnya di seberang Sungai Cikarang, Bekasi. Kira-kira berjarak dua jam perjalanan dari ibu kota.

Di sekitar perumahan syariah ini adalah gudang dan sawah. Satu-satunya cara untuk mencapai kawasan itu adalah melalui jalan yang cukup sempit.

Ada sekira 400 rumah di kompleks tersebut, tetapi hanya 120 yang baru ditempati. Perumahan ini dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya masjid, layanaan kajian Islam, pusat pembelajaran Alquran bagi anak-anak, dan lain-lain.

Lebih lanjut, di kompleks ini terdapat rambu bertuliskan "Pakaian Muslim Saja" dan keterangan bahwa terdapat hijab di pos satpam untuk tamu yang memasuki lingkungan Thoyibah. Dengan begitu tamu perempuan diwajibkan datang memakai hijab.

Ia menceritakan, kali pertama Herman tinggal di perumahan Thoyibah ini harus membayar cicilan Rp148 juta per-bulannya selama 15 tahun. Menurutnya metode transaksi untuk hunian ini tidak melanggar ketentuan syariat Islam.

"Saya pikir kami satu-satunya perumahan yang menerapkan hukum syariah dalam arti yang sebenarnya. Itulah sebabnya saya ingin tinggal di sini," kata Jaelani.

Salah satu alasan lainnya mengapa Herman memilih tinggal di hunian tersebut karena meski ia terlambat membayar cicilan, maka rumah akan tetap menjadi miliknya. Tidak seperti metode pembayaran perumahan lainnya, yang bisa didenda disita jika terlambat bayar angsuran.

"Jika kita melakukan pembayaran terlambat, tidak ada yang akan datang dan mengambil kembali rumah kita," tambahnya.

Sebelumnya, Herman tinggal di lingkungan pada umumnya. Yaitu, kompleks di mana para penduduknya bercampur dengan berbagai macam kegiatan. Namun ia merasa ada perasaan tidaknya nyaman. Hingga pada akhirnya, Herman menemukan tempat yang menurutnya cocok dengan dirinya, menerapkan syariat Islam.

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini