nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sains Dalam Alquran, Tempat Terbit dan Terbenam Matahari

Viola Triamanda, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 13:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 614 2136884 sains-dalam-alquran-tempat-terbit-dan-terbenam-matahari-i9aD4KJY41.jpg Tempat terbit matahari (Foto: Desert Safari)

Fenomena yang terjadi setiap hari yang sudah dikenal sejak diciptakannya matahari dan bumi adalah fenomena terbit dan terbenam.

 matahari

Fenomena terbit dan terbenam matahari ini sudah disebutkan di dalam Alquran dalam tiga bentuk sebagai berikut:

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

Allah berfirman, "(Dialah) Tuhan yang mengatur tempat terbit dan tempat terbenam . Tidak ada tuhan selain Dia. Maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.” (Al-Muzzammil: 9)

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ

"Tuhan (yang memelihara) dua tempat terbit dan Tuhan (yang memelihara) dua tempat terbenam." (Ar-Rahman: 17).

فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ

عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ خَيْرًا مِنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

"Maka, Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan, dan bintang). Sungguh, Kami pasti mampu untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka dan Kami tidak dapat dikalahkan”( Al-Ma'arij : 40-41)

Kata 'masyrig' (tempat diterbitkan) dan 'magrib' (tempat terbenam) pada ayat pertama disebutkan dalam bentuk tunggal (mufrad). Pada ayat kedua dalam bentuk ganda (mutsanna) dan pada ayat ketiga dalam bentuk jamak. Apa yang menyebabkan penyebutan dalam bentuk yang berbeda-beda ini?

Dan, di manakah tempat-tempat terbit dan terbenam yang dimaksud?

Tampaknya, tidaklah sulit untuk memahami tempat terbit dan terbenam dalam bentuk tunggal. Di mana pun kita dan bagaimana pun kondisi kita, kita bisa menemukan dan melihat tempat terbit dan terbenamnya matahari.

Adapun dua tempat terbit dan dua tempat terbenam ditafsirkan oleh sebagian musafir sebagai tempat terbit dan terbenam matahari pada musim dingin dan musim panas.

Bumi, sebagaimana telah kita ketahui, menyelesaikan satu siklus revolusinya terhadap matahari selama 365,25 hari. Kita pun tahu bahwa kemiringan sumbu putaran terhadap sumbu bumi menyebabkan terjadinya perbedaan musim.

Dari situlah terjadi perbedaan tempat dan waktu terbit dan terbenamnya matahari dalam siklus tahunan.

Pada masa sahabat Rasulullah SAW, mereka hanya tahu bahwa matahari terbit dari sisi sebuah bukit dan terbenam dari sisi yang lain. Namun, sains modern kemudian membuktikan bahwa setiap negeri memiliki tempat terbit dan terbenamnya sendiri-sendiri.

Matahari, misalnya, di daerah kita terbit dari sisi bukit. Lalu, setelah beberapa menit, matahari terbit di negeri yang lain. Setelah beberapa menit lagi, matahari pun terbit di negeri yang lain. Begitulah seterusnya. Begitu pula yang terjadi dengan fenomena terbenam.

Semua itu menunjukkan bahwa matahari mempunyai tempat-tempat untuk terbit dan terbenam. Hal inilah yang menjadikan azan salat dikumandangkan terus-menerus di bumi sepanjang siang dan malam selama 24 jam. Azan berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya karena bumi berputar pada porosnya selama 24 jam sekali dan lingkup bumi dibagi menjadi 360 derajat garis bujur.

Waktu yang dibutuhkan bumi untuk berputar mengelilingi matahari, dari satu garis bujur ke garis bujur berikutnya, adalah 4 menit.

Waktu itu setara dengan waktu yang diperlukan seorang muazin untuk mengumandangkan azan. Oleh sebab itu, kalimat takbir mengitari bumi dari satu negeri ke negeri lain secara terus-menerus tiada henti hingga hari kiamat tiba.

Baru-baru ini ditemukan fakta bahwa Kakbah terletak di pusat bumi. Yang dinamakan pusat adalah suatu titik yang jaraknya dengan seluruh titik lain sama. Cahaya Ilahi bertolak dari titik pusat menyebar ke seluruh penjuru bumi.

Pengetahuan ini dikutip dari buku Pintar Sains Dalam Alquran karya Dr.Nadiah Thayyarah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini