nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hukum Prank Ojol dalam Islam, Youtuber Wajib Tahu

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 09:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 03 330 2137228 hukum-prank-ojol-dalam-islam-youtuber-wajib-tahu-LRulolVjHD.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

PRANK atau gurauan atau cadaan kerap dijadikan sebagai topik utama dalam menghasilkan suatu karya video. Candaan yang diatur Youtuber cukup beragam, di antaranya membuat seseorang kebingungan hingga marah, baru kemudian mengakui bahwa semuanya adalah settiing-an.

Contohnya, demi konten di chanel YouTube, marak terjadi fenomena prank terhadap driver ojek online (Ojol). Prank itu berupa Youtuber memesan makanan lewat aplikasi ojol, kemudian membuat sang driver kebingungan dengan membatalkan orderan atau pura-pura tidak mengakui orderannya.

Setelah batas kesabaran driver habis, baru Youtuber mengakui perbuatannya adalah suatu prank, kemudian membayar orderan bahkan ditambah bonus untuk sang driver.

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Lalu bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini? Youtuber beragam Islam wajib tahu bahwa berdasarkan sudut pandang fikih, prank semacam itu tidak diperbolehkan. Alasannya, pada saat orderan dibatalkan (cancel) atau tidak diakui, pada saat itulah driver akan merasa dirugikan dan dibingungkan.

Karena alasan utamanya adalah menimbulkan kekhawatiran, bahkan tak jarang banyak driver ojol yang menangis akibat prank semacam ini, maka hukumnya tidak diperbolehkan.

Lebih tegas lagi, prank semacam itu tidak diperbolehkan meskipun setelah permainan tersebut, youtuber yang bertindak sebagai pengguna jasa atau customer tetap mengakui perbuatan dan membayar oderan.

Dikutip dari laman resmi Lirboyo pada Selasa (3/12/2019), pendapat Ibn Hajar al-Haitami yang mengutip perkataan imam az-Zarkasyi dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj:

إنَّ مَا يَفْعَلُهُ النَّاسُ مِنْ أَخْذِ الْمَتَاعِ عَلَى سَبِيلِ الْمُزَاحِ حَرَامٌ وَقَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ «لَا يَأْخُذْ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ صَاحِبِهِ لَاعِبًا جَادًّا» جَعَلَهُ لَاعِبًا مِنْ جِهَةِ أَنَّهُ أَخَذَهُ بِنِيَّةِ رَدِّهِ وَجَعَلَهُ جَادًّا؛ لِأَنَّهُ رَوَّعَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ بِفَقْدِ مَتَاعِهِ .

“Sesungguhnya perbuatan manusia untuk mengambil harta orang lain dengan cara bercanda tetap haram. Dalam hadis dijelas: Tidak diperbolehkan bagi kalian untuk mengambil harta teman kalian dengan cara bercanda yang serius. Nabi mengatakan hal itu bercanda karena ada niat untuk mengembalikannya. Dan nabi mengatakan hal itu serius karena menakuti saudara muslimnya dengan kehilangan hartanya.” (Ibn Hajar al-Haitami, Hamisy Tuhfah al-Muhtaj, Vol. X halaman 287.

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini