Ini Negara-Negara Muslim yang Bebaskan Warganya Rayakan Natal

Ibrahim Al Kholil, Jurnalis · Rabu 25 Desember 2019 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 25 614 2146010 ini-negara-negara-muslim-yang-bebaskan-warganya-rayakan-natal-oAMbGuZl1N.jpg Perayaan Natal (Foto: Flickr)

Hari Natal selalu dirayakan setiap 25 Desember. Umat Kristiani selalu menyambut hari ini dengan penuh suka cita.

Rupanya sejumlah negara muslim membebaskan umat Kristianinya untuk merayakan Hari Natal. Ini menunjukkan besarnya rasa toleransi muslim terhadap pemeluk agama lain.

Simak yuk, negara mana saja yang membebaskan umatnya merayakan Natal.

1. Pakistan

 perayaan Natal

Dilansir dari chanel Youtube mea cvlpa dijelaskan bahwa di Pakistan, Hari Natal akhirnya menjadi hari libur nasional. Padahal Pakistan merupakan negara mayoritas muslim. Bahkan penduduknya banyak yang memakai hijab lebar.

“Di Pakistan Natal akhirnya menjadi hari libur nasional. Sebelumnya tidak tetapi, di masa sekarang ini sudah menjadi libur nasional,” ujar pembawa acara dalam postingan channel Youtube tersebut.

“Itu adalah sesuatu yang sangat mengagumkan. Satu sikap seorang muslim atau pemerintahan Islam yang memberikan perhatian kepada perayaan agama lain yang juga dirayakan di negaranya,” sambungnya.

2. Yordania

 perayaan Natal

Yordania merupakan negara dengan jumlah penduduk mayoritas Muslim. Umat Kristen di sana bebas merayakan Natal setiap tahun. Bahkan Raja Yordania sering mengucapkan selamat Natal kepada masyarakat yang merayakannya.

3. Palestina

 perayaan Natal

Palestina merupakan negara muslim yang masih dijajah oleh Israel. Meski di tengah penderitaan, umat Kristen di sana tetap bebas merayakan Hari Natal. Bahkan santa claus pun turut hadir untuk menambahkan kemeriahan Natal.

4. Irak

 perayaan Natal

Meski mayoritas penduduk Irak merupakan muslim, namun Natal sering kali dirayakan dengan meriah. Ini menunjukkan tingginya toleransi umat Islam terhadap pemeluk agama lain.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini