nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wasiat Ria Irawan, Kapan Lelaki Boleh Nikah Lagi setelah Ditinggal Mati Istri?

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 11:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 13 330 2152227 wasiat-ria-irawan-kapan-lelaki-boleh-nikah-lagi-setelah-ditinggal-mati-istri-konfakiPly.jpg Ilustrasi. Foto: Readers Rigest

SEBELUM meninggal pada Senin 6 Januari 2020, artis senior Ria Irawan meninggalkan wasiat untuk sang suami, Mayky Wongkar. Wasiat itu yakni meminta belahan jiwanya itu menikah lagi.

"Dia cuma bilang, 'Lo cari pengganti gue, cari yang lebih kaya dari gue lah, jangan cari orang yang lebih susah dari gue'. Tapi sambil bercanda ya," kata Mayky menirukan ucapan Ria Irawan, Minggu 12 Januari 2020.

Nah meninjau permintaan mendiang Ria Irawan itu, apakah suaminya ini bisa langsung menikah lagi ketika istrinya sudah meninggal? Apakah laki-laki memiliki masa iddah (masa menunggu) seperti yang diberlakukan hukum Islam terhadap perempuan?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, terkait apakah laki-laki memiliki masa iddah atau tidak, maka jawabannya adalah tidak. Sebab hukum masa menunggu tersebut hanya berlaku untuk perempuan saja, yakni ketika ditinggalkan suaminya meninggal dunia.

“Bahwa masa iddah dalam Islam berlaku untuk perempuan yang baru saja ditinggal sebab cerai atau meninggal dunia oleh suaminya. Sedangkan bagi suami sendiri, tidak ada masa iddahnya. Artinya seorang laki-laki tidak mempunyai masa iddah,” ujarnya saat dihubungi Okezone, (13/1/2020).

Ia melanjutkan, jika suami ingin atau akan menikah lagi setelah istrinya meninggal dunia, itu diperbolehkan. Walau pun belum ada ketentuan dalil dan riwayat yang menjelaskan tentang persoalan tersebut. Namun yang perlu diperhatikan adalah laki-laki itu dapat menjaga perasaan mendiang istrinya maupun keluarga.

“Walaupun tidak ada ketentuan dalil suami menunggu seperti masa iddah perempuan, bahkan bisa langsung juga seketika (menikah). Namun alangkah baiknya kita juga menjaga rasa, menjaga hati orang yang dicintai, menghormati perasaan orang yang disayangi, ketika suasana berduka,” tuturnya.

“Kalaupun ada putusan menikah lagi, tahanlah dan carilah waktu dan momen yang tepat, yang momen tersebut tidak akan mengurangi esensi niat suami yang akan nikah kembali, Insya Allah berkah,” lanjutnya.

Menjaga perasaan terhadap orang yang berkabung juga dijelaskan di dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ. الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ.

Artinya: “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali.’ Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan shalawat dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Dalam hal ini suami harus bersabar dengan kepergian istrinya, dan jangan mengambil keputusan secara tergesa-gesa, khususnya jika ingin menikah lagi. Seperti dalam riwayat berikut ini:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ، وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا.

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali. "Ya Allah, berilah pahala kepada atas musibahku ini dan gantilah untukku yang lebih baik darinya."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini