Komunitas Muslim di Amerika Berharap Masjidnya yang Terbakar Bisa Segera Dibangun

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 13 614 2152283 komunitas-muslim-di-amerika-berharap-masjidnya-yang-terbakar-bisa-segera-dibangun-pBZd0NEcS3.jpg Ilustrasi masjid di Amerika (Foto: World Atlas)

Pemintaan Komunitas muslim di Bellevue, negara bagian Washington, Amerika Serikat untuk segera membangun masjidnya telah disetujui oleh pemda setempat.

Komunitas muslim tersebut ingin segera membangun pusat kegiatan keagamaan baru karena masjid mereka terbakar dua kali dalam jangka waktu 14 bulan, yakni Januari 2017 dan awal 2018.

Dua tahun sejak kebakaran pertama pada Januari 2017, komunitas muslim di Bellevue akan segera memiliki masjid. Meskipun mereka harus melalui proses yang panjang untuk membangun masjid baru.

 Muslim di Amerika

Setelah mengantongi izin bangunan, diaspora Indonesia yang menjadi menjadi jamaah Masjid Bellevue, Tony Suharto dan Gautama Indra Djaya berharap masjid mereka dapat selesai dibangun pada awal tahun 2019. Namun ternyata proses perizinan tidak semudah harapan mereka.

Seperti halnya Tony Suharto yang bekerja di Boeing dan Gautama Indra Djaya yang menjabat sebagai pimpinan anak perusahaan IPTN di Amerika, sebagian besar jamaah masjid atau Islamic Center of Eastside, bekerja di perusahaan teknologi di di wilayah tersebut, seperti Microsoft atau Boeing.

Seperti dilansir dari VOA, Senin (13/1/2019), jamaah masjid yang berdiri tahun 1993 itu juga diaspora dari berbagai negara dengan keukhuwahan yang tinggi.

"Suami saya bekerja di Microsoft pada saat saya menikah dan kemudian saya datang ke sini bersamanya. Jadi ya kita sudah sangat dekat. Sebagian besar umat Islam memiliki ikatan yang sangat kuat dengan masjid yang didatangi," kata seorang jamaah, Madiha Mansoor.

Tepatnya pada bulan Januari 2017, masjid mereka terbakar, disusul dengan kebakaran kedua pada tahun 2018. Diduga ada unsur islamofobia penyebab terbakarnya masih tersebut. Namun jamaah lebih memilih fokus pada memperbaiki masjid saja.

Menurut Imam Masjid Bellvue, Sheikh Fazal Hassan, apapun latar belakangnya, musibah itu tetap membawa hikmah. Yakni memperkuat kebersamaan dan toleransi di wilayah tersebut.

Kini setelah menjalankan tiga kali Ramadhan di gedung sewaan, mereka berharap di Ramadhan 2020 nanti, komunitas masjid di Bellevue bisa beribadah di masjid mereka sendiri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini